Mengenal Budaya Nias Lewat Pesta Ya’ahowu 2017

Mengenal Budaya Nias Lewat Pesta Ya’ahowu 2017
info gambar utama

Pesta Ya'ahowu tengah berlangsung di Kota Gunungsitoli, Nias pada 23 hingga 26 November 2017. Pesta rakyat tersebut diadakan untuk mengenal dan melestarikan budaya masyarakat Nias.

Acara ini juga menjadi sarana untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di Kepulauan Nias. Target tahun ini adalah 25.000 orang wisatawan.

“Tren kunjungan wisatawan ke Nias mengalami peningkatan. Melalui kegiatan Pesta Ya'ahowu ini kita harapkan semakin mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Nias,” kata Ketua Tim Pelaksana Pesta Ya'ahowu Kepulauan Nias 2017 sekaligus Wakil Walikota Gunungsitoli, Sowaa Laoli, dalam siaran pers yang diterima KompasTravel.

Pembukaan Pesta Ya’Ahowu. Foto: Kemenpar

Sowaa Laoli menjelaskan makna yang terkandung dalam Ya’ahowu adalah persaudaraan (dalam damai) yang dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama.

Kepulauan Nias dikenal wisatawan dengan keunikan budaya dan keindahan alamnya, antara lain atraksi lompat batu serta pantai yang menjadi lokasi surfing kelas dunia.

Selama lima hari, masing-masing kabupaten dan kota di Nias akan menunjukkan ragam budaya dan seni mereka. Sebut saja ragam permainan rakyat seperti Rago Ue, Fafusi, Fabelugama dan Fabiri. Serta yang tidak ketinggalan adalah lompat batu khas Nias, Fahombo. Semuanya akan dihadirkan. Dijamin masyarakat dan wisatawan akan terpuaskan dan jatuh cinta dengan Nias.

Pulau Onolimbu menyimpan banyak keindahan yang belum di lihat dari dekat oleh para wisatawan maupun para penghobi bawah laut. Foto: Kompas.com/Hendrik Yanto Halawa
info gambar

Sowaa Laoli juga mengatakan, pelaksanaan tahun ini sangat spesial karena untuk pertama kalinya Pesta Ya'ahowu dilangsungkan secara bersama-sama oleh empat pemerintah kabupaten dan satu pemerintah kota yang ada di Kepulauan Nias. Sebelumnya pesta Ya'ahowu dilaksanakan oleh masing-masing daerah.

"Dan kota Gunungsitoli ditunjuk untuk menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan dalam Forum Kepala Daerah Kepulauan Nias lalu," ujar Sowaa Laoli pada Republika.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti, mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Ya’ahowu Nias 2017.

Pesta Ya'ahowu Kepulauan Nias 2017. Foto: Niasoke.com
info gambar

“Kemajuan pariwisata tidak bisa dilaksanakan sendiri-sendiri, harus melibat semua unsur masyarakat dalam kekuatan Pentahelix (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) dalam semangat kebersamaan Indonesia Incorporated,” kata Esty pada KompasTravel.

Esty optimis pariwisata Nias akan semakin cepat berkembang dan dikenal masyarakat luas, karena kepala daerah yang kompak dengan satu tujuan menjadikan Nias sebagai destinasi wisata unggulan.

“Sekitar 50 persen keberhasilan pariwisata tergantung CEO Commitment atau para pimpinan daerah. Kalau mau berterusterang, saya hanya akan membantu provinsi, kabupaten atau kota yang gubernur atau bupati atau walikota yang benar-benar committed dan konsisten membangun pariwisata,” kata Esty.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini