Karya Anak Indonesia Berhasil Menjuarai Kompetisi IOT Asia Pasifik

Karya Anak Indonesia Berhasil Menjuarai Kompetisi IOT Asia Pasifik

Tim iFish © Anindityo Agung Baskoro

Tim iFish dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia berhasil menjadi Juara 1 dalam kompetisi "Cisco NetAcad Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017"

Tim iFish yang beranggotakan Anindityo Agung Baskoro, Muhammad Nur Ardian, Monika Sekar Istanto, dan Fajar Sidik Abdullah Kelana, S.T. berhasil menjadi juara 1 dalam kompetisi Cisco NetAcad Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017.

Cisco NetAcad Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017 merupakan kompetisi yang diadakan oleh Cisco Systems, Inc. Kompetisi ini bertujuan untuk mengumpulkan pelajar dari seluruh penjuru Asia Pacific untuk beradu ide-ide yang inovatif dan kreatif dalam upaya memecahkan permasalahan yang terjadi baik di regional Asia Pacific maupun seluruh dunia.

Terdapat dua tahap pada kompetisi Cisco NetAcad Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017. Tahap pertama para peserta diharuskan untuk mengirimkan paper yang menjelaskan tentang gagasan dan permasalahan yang berusaha untuk dipecahkan, serta manfaat dari pemecahan masalah tersebut. Selain itu, peserta juga diharuskan mengirimkan video elevator pitch berdurasi maksimal 3 menit yang berisi penjelasan tentang gagasan yang diajukan. Kemudian pada tahap kedua, 5 tim yang lolos akan mempresentasikan gagasannya dan menjalani sesi tanya jawab dengan dewan juri melalui media telepresence dari kantor perwakilan Cisco di negara masing-masing.

Mengajukan gagasan tentang pengintegrasian teknologi intensive aquaculture dengan pertanian ikan nila lokal, Tim iFish UGM berhasil melewati tahap pertama perlombaan, menyisihkan 133 kompetitor lain dan berhak untuk maju ke babak final dimana tim iFish diharuskan untuk mempresentasikan gagasannya secara live kepada dewan juri dari petinggi perusahaan Cisco yang berada di Sydney (Australia), New York (USA), dan Anchorage (Alaska).

iFish Internet of Fishery System
iFish Internet of Fishery System

5 tim yang berhasil lolos ke babak final berasal dari berbagai negara dan universitas, seperti Singapore Polytechnic (Singapore), Holy Angel University (Philippines), dan Technological Institute of the Philippines (Philippines). Tim iFish UGM menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di babak final. Tim iFish UGM melakukan presentasi babak final di kantor representatif Cisco Systems Indonesia di Jakarta. Pada akhirnya, Tim iFish UGM berhasil mengalahkan kompetitor-kompetitornya di babak final dan berhasil menjadi juara 1 Cisco NetAcad Asia Pacific & Japan Global Problem Solver Challenge 2017.

Atas prestasi tersebut, tim iFish UGM mendapatkan kesempatan untuk melakukan study trip ke Sydney, Australia dan mengunjungi Cisco Innovation Hub di kota Sydney pada bulan Februari 2018. Mereka juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari Cisco untuk mengembangkan ide inovasi teknologi mereka.


Sumber: Anindityo Agung Baskoro

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indahnya Istano Basa yang Tidak Akan Pudar Meskipun Berkali-kali Terbakar Sebelummnya

Indahnya Istano Basa yang Tidak Akan Pudar Meskipun Berkali-kali Terbakar

Pebulu Tangkis Difabel Ini Bawa Pulang 3 Medali di Ajang World Deaf Championship 2019 Selanjutnya

Pebulu Tangkis Difabel Ini Bawa Pulang 3 Medali di Ajang World Deaf Championship 2019

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.