Aktivitas Gunung Agung Menurun, Kementerian Pariwisata Mengambil Langkah Promosi

Aktivitas Gunung Agung Menurun, Kementerian Pariwisata Mengambil Langkah Promosi
info gambar utama

Hasil pemantauan satelit magma milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa laju pergerakan magma di tubuh Gunung Agung cenderung melambat ujar Kasbani selaku Kepala PBMBG - CNNIndonesia, Selasa 5 Desember 2017.

Namun bukan berarti aktivitas produksi magma Gunung Agung berhenti total, masih terlihat sinar merah dari pucuk Gunung Agung menandai bahwa masih adanya nyala api di kawah Gunung Agung.

"Magma yang keluar tidak seperti sebelumnya, sinar nyala masih kelihatan, itu artinya tetap ada tapi kecil," ujarnya.

Aktivitas kegempaan pun cenderung mereda secara beraturan meskipun memang masih terus berlangsung.

Dari pemantauan PVMBG, sejak pukul 12.00-18.00 WITA telah terekam tujuh kali gempa berfrekuensi rendah, dua kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus (microtremor).

Selain itu, juga sempat terekam gempa tremor overscale pada pukul 14.41-14.59 WITA dan pukul 16.26-16.50 WITA.

Meskipun cenderung menurun, Kasbani juga menyampaikan bahwa status Gunung Agung masih berada di level IV (awas).

Kasbani menuturkan bahwa statusnya akan diturunkan hanya jika semua parameternya memang menurun.

Dari segi Kementerian Pariwisata turut berkontribusi dengan menggelar Business Gathering di Melbourne, Australia pada 14-15 Desember mendatang.

Untuk event ini kementerian telah mengundang travel agen dan media untuk bergabung di dalamnya.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, I Gde Pitana mengatakan bahwa jarak dari Australia dan Indonesia tidak begitu jauh dan juga kecenderungan warga Australia yang tertarik untuk menghabiskan waktu libur di Indonesia menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan pariwisatanya.

Target kementerian mengadakan event ini sesungguhnya untuk menyuarakan bahwa Bali telah kembali aman dikarenakan menurunnya aktivitas erupsi Gunung Agung. Diharapkan 15 juta pengunjung dapat diraih dengan adanya event Business Gathering ini.

Melbourne dipilih karna kota ini merupakan pusat bisnis dan belanja terbaik di Australia, terang Vinsensius Jemadu,Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata.

Sumber: CNN Indonesia | Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini