Kecintaan bondan winarno terhadap kopi membuat ia memiliki ide untuk memiliki Kedai Kopi sendiri. Ia pun mendirikan kedai kopi yang bernama Kopi Oey.

Kopi Oey adalah plesetan dari nama ijang poenja ini kedai : Bondan Winarno. Seolah-olah â€œwi” di depan Winarno adalah dari nama marga Oey. Oey-narno. Maaf bila ada Sodara njang tida berkenan. Nama ini sedang kami daftarken.

Lebih landjoet, bolenja jullie samoewa simak ini toelisan dibawah, dari Oey Boen Than alias Bondan Oeynarno alias Bondan Winarno, perihal latar belakang berdirinja Kopitiam Oey.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Statitik tempo )

Kopi Oey terletak di Jalan H. Agus Salim atau lebih terkenal dengan nama Jalan Sabang, ia persis berada di pojok perempatan. Rimbunnya pohon untungnya tak menutupi papan nama bertuliskan "Kopi Oey" plus aksara China putih berlatar merah. 


"Hanya satu yang tak terlupakan, kala senja di gereja tua."

Lagu Gereja Tua milik Panber's melantun syahdu dengan aransemen campur sari. Ruangan restoran terlihat tak begitu besar. Lampu-lampu digantung dan ditutup dengan 'sangkar'. 

Kesan 'lawas' semakin terasa dengan keberadaan hiasan dinding nan unik. Coba perhatikan lantainya. Lantai tegel bermotif makin memperkuat kentalnya suasan 'jadul' di tempat ini. 

Totalitas aroma 'tempo doeloe' juga merasuk hingga ke buku menu. Cover ala koran jaman dulu dengan ejaan yang belum disempurnakan. Tata bahasa zaman dulu juga dipakai dalam buku menunya. Gaya bahasa ini juga kerap digunakan Bondan Winarno saat menjawab pertanyaan di Twitter.


Deret menu kopi berjajar, tapi pilihan jatuh pada menu kopi andalan, yakni Koffie Soesoe Indotjina. Nama yang cukup 'catchy' sekaligus bikin penasaran. 


Kopi datang. Kopi susu tersaji dalam gelas, di atasnya terdapat coffee drip dengan kopi yang masih menetes. Warna hitam putih menandakan kopi belum diaduk. Sejenak menunggu, kemudian kopi diaduk. Rasanya? Seperti kejutan. Begitu diseruput, rasa pahit langsung 'nendang' tapi kemudian disusul rasa manis susu. Herannya, bukan amis susu yang tertinggal di mulut, tapi sedikit rasa pahit yang terasa di awal. 

 Bagi yang terbiasa berkawan dengan single origin alias kopi hitam tanpa 'oplosan', mungkin bisa menikmati kopi susu ini. 


Sumber: CNN Indonesia | kopitiam Oey

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu