Art of Fadjar Djunaedi : Kreasi Seni Lukis yang Tak Biasa

Art of Fadjar Djunaedi : Kreasi Seni Lukis yang Tak Biasa
info gambar utama

Memulai dengan keresahan bahwasanya harus ada sesuatu yang dilakukan ketika melihat kondisi Kota Batu yang berkembang sangat pesat dalam segi pariwisata. Menjadi alasan, mengapa tidak dicoba saja untuk membuka usaha dengan menyasar ke segmentasi situasi itu. Berpatok pada keadaan saat ini, Kota Batu sudah bisa dibilang menjadi destinasi utama warga Jawa Timur, khususnya Malang, ketika akhir pekan tiba.

Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Yuniar Lidiawati (pemilik Art of Fadjar Djunaedi) bersama sang suami, Fadjar Djunaedi (pelukis) ketika awal mulai membangun usaha ini. Memilih media kaos sebagai dasar seni lukisnya, itu karena kaos dianggap sebagai jenis pakaian yang paling digemari oleh kalangan mana pun. Mau anak kecil, orang dewasa, orang tua, semua suka menggunakan kaos.

Out of the Box. Keluar dari biasanya. Berbeda dengan yang lainnya. Kaos Art of Fadjar Djunaedi memiliki kelebihan dan keunikan dari segi desain serta teknik pembuatannya. Dari segi desain, usaha kaos ini memberlakukan 1 kaos 1 desain. Mereka (red: Yuniar Lidiawati dan Fadjar Djunaedi) menyebutnya kaos yang Absolutely Limited. Belum lagi kaos yang digunakan adalah kaos eksklusif. Menggunakan teknik-teknik yang bisa dibilang jarang ada yang mengerjakan, terutama di Kota Batu sendiri. Mulai dari teknik Tie Dye (teknik ikat celup), Stonewash (teknik penggilingan pakaian menggunakan batu apung), Hand Painting (lukis tangan), sehingga jadilah baju premium quality buatan tangan sendiri dari Fadjar Djunaedi.

Berdiri sejak akhir tahun 2015, usaha yang menjadikan anak-anak muda sebagai target market nya ini, memakai cat yang khusus textil kain, yaitu cat deco textil. Ukuran kaosnya standar sesuai kaos-kaos pada umumnya, ada S, M, L, dan XL. Kisaran harga yang ditawarkan pun masih terbilang wajar menilik kualitas seni nya yang tinggi, rata-rata Rp. 250.000,00 untuk kaos dan tote bag.

“Kaos ini warna nya bisa bertahan awet meskipun dicuci berkali-kali. Ya tetap seperti ini. Malah saya rasa jadi lebih nyaman dipakai. Kaos ini memiliki kualitas premium. Bagi orang yang menyukai seni, pasti tidak melihat harganya ”, pungkas Yuniar Lidiawati saat ditemui, Selasa (5/12).

Berlokasi di Jalan Bejo No. 11, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur, usaha anti-mainstream ini sedang mengurus HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan Hak Paten atas karya produksi kaosnya. Disisi lain, pemerintah Kota Batu sendiri sangat mendukung usaha-usaha seperti ini. Adanya Asosiasi Pengusaha Kota Batu (APKB) dan sering diadakannya pelatihan-pelatihan menjadi buktinya.

“Banyak kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah. Salah satunya, mengurus HAKI dan Hak Paten gratis dari pemerintah bagi 50 UMKM di Kota Batu. Sering juga ada pelatihan-pelatihan. Terakhir tentang Marketing Online. Era serba digital saat ini, berjualan sudah bisa dilakukan di rumah sendiri tanpa harus membuka toko”, tuturnya.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini