Teknologi informasi saat ini berperang penting dalam kehidupan manusia. Sebab melalui teknologi informasi berbagai permasalahan kini mampu diatasi, seperti distribusi informasi misalnya ataupun mengumpulan data. Namun penerapan teknologi tersebut belumlah dilakukan secara merata, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Itu sebabnya inisiatif inovasi seperti Nuesto di Bandung ataupun Peta Bencana muncul dan berhasil meraih penghargaan dan pendanaan dari ISIF Asia 2017.

Sebagaimana dilansir di laman resmi ISIF Asia, di tahun 2017 ini penghargaan jatuh kepada lima inovasi terkait pemanfaatan teknologi informasi. Dari lima pemenang tersebut ada dua inisiatif dari Indonesia yakni Nuesto Teknologi Indonesia yang merupakan teknologi inovasi sistem antrian dan analisis data untuk meninggkatkan pelayanan kesehatan di Bandung. Kemudian Peta Bencana yang merupakan inisiatif Yayasan Peta Bencana dari Jakarta untuk mengumpulkan informasi dalam sebuah wadah (platform) untuk ketahanan bencana. Dua inovasi yang datang dari Indonesia tersebut dianggap mampu untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sementara 2 inovasi lainnya merupakan inisiatif yang berasal dari Selandia Baru dan 1 inovasi dari Australia. 

Direktur Marketing and Finance Nuesto, Panji mengungkapkan bahwa pihaknya merupakan satu-satunya yang mendapatkan pendanaan (grants) dalam penghargaan ini. Sementara pemenang lainnya hanya berupa penghargaan atau penerima awards. Pendanaannya sendiri bernilai 160 ribu dolar Australia yang diberikan oleh Asia-Pasific Netwrok Information Centre (APNIC) Foundation. 

"Grant ini akan kami gunakan untuk meningkatkan kualitas Qiwii. Untuk membuat beberapa firut baru dan membuat dashboard big-data analytic," ujar Panji. 

Qiwii sendiri merupakan sistem antiran online yang dikembangkan oleh Nuesto di Bandung. Saat ini Qiwii telah diaplikasikan pada 4 puskesmas dan 1 Rumah Sakit. Panji mengklaim bahwa Qiwii telah mampu memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan hingga 75% dengan memberikan fasilitas antrian daring lewat sms ataupun situs. Sehingga pasien yang mulanya harus menunggu tiga sampai empat jam kini hanya perlu menunggu satu jam saja. 

Selain Nuesto, inisiatif inovasi lainnya yang mendapat penghargaan adalah Yayasan Peta Bencana dengan program petabencana.id. Program ini merupakan wadah berbasis situs daring yang mampu melakukan visualiasi bencana menggunakan informasi yang dijaring dari masyarakat aupun biro pemerintahan. Wadah ini akan mampu mendapat informasi sosial media dan pesan singkat saat kejadian darurat untuk mengkonfirmasi pembaharuan situasi dari tingkat terbawah. Lewat teknologi ini, warga, organisasi-organisasi kemanusiaan dan biro pemerintahan akan mampu mengambil keputusan yang lebih akurat saat terjadi bencana. 

ISIF (The Information Society Innovation Fund) sendiri merupakan program penghargaan dan pendanaan untuk meningkatkan kualitas masyarakat di Asia Pasifik melalui riset, desain dan penerapan solusi-solusi berdasarkan teknologi internet. Sehingga mampu menciptakan peran internet yang positif dan berdampak pada pengembangan ekonomi dan sosial di wilayah. Penghargaan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dan telah memberikan penghargaan kepada 86 inisiatif inovasi di berbagai negara. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu