Setiap manusia pasti ingin memiliki panca indra yang sempurna untuk menjalani kehidupannya. Namun, tak semua orang dapat memiliki panca indra yang sempurna. Ada banyak alasan mengapa seseorang dapat kehilangan matanya.

Rizwan Ilyasin adalah seorang pria yang berdomisili di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, yang membantu putrinya sendiri membuatkan sebuah mata palsu.

Putrinya, yaitu Falisha Sarvia Illyarsi seorang anak berumur dua tahun telah kehilangan satu bola matanya sejak ia berumur dua bulan. Falisha kehilangan bola matanya karena penyakit kanker. Dokter yang menaganinya saat itu menyarankan agar bola mata Falisha diangkat.

Sebelum membuatkan bola mata palsu untuk putrinya, Rizwan sebelumnya telah membelikan sebuah bola mata palsu untuk putrinya di sebuah rumah sakit di Jakarta.

''Saya beli bola mata palsu dari salah satu rumah sakit di Jakarta, tetapi sepertinya kualitasnya kurang bagus karena mata anak saya selalu keluar kotoran, hingga akhirnya saya cari dan beli lagi di tempat lain, tetapi tetap saja mata anak saya masih mengeluarkan kotoran'', ucap Rizwan saat di wawancara pada Rabu (10/01) seperti yang dikutip dari Kompas.com

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Karena dirasa kualitasnya kurang baik, akhirnya Rizwan bertekad untuk membuatnya sendiri.

''Saat itu saya hanya belajar dari youtube dan itupun tidak lengkap informasinya, dan saya pernah juga belajar dengan salah seorang pembuat mata palsu (okularis) yang ada di Indonesia tetapi tetap saja sama anak saya masih mengeluarkan kotoran di matanya'', ucap rizwan.

Pada pertengahan tahun 2017 lalu, akhirnya Rizwan mencari informasi tentang pembuat mata palsu yang ada di negara lain.

Ia telah mencoba mengirimkan surel ke beberapa okularis di luar negeri, namun sayangnya tak ada yang merespon sama sekali. Hingga pada akhirnya seorang okularis asal Inggris, yaitu Mr John Pacey-Lowrie  memberikan tanggapan baik atas usaha Rizwan.

John pun akhirnya datang ke Indonesia untuk mengajari Rizwan bagaimana cara membuat bola mata palsu.

''Saat itu John datang pada bulan Juni 2017 dan mengajarkan saya selama dua minggu. Karena saya sudah mempunyai dasar yang sudah saya pelajari selama dua tahun sebelum John datang jadi saya bisa lebih cepat untuk menguasai seluruh teknik yang diberikan John kepada saya, hingga saya di berikan sertifikat kelulusan sebagai okularis oleh John di bawah naungan Nottingham Trent University di Inggris'', ujar Rizwan

Sejak mendapatkan ilmu dari John kini Ilyasin membuka klinik pembuatan mata palsu dirumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Rizwan sendiri memakai teknik pencetakan untuk membuat sebuah bola mata palsu, pasien harus datang sendiri ke klinik untuk mencetak bagian ruang untuk bola mata.

Lama pengerjaan untuk pembuatan mata palsu itu tiga kali pertemuan dengan pasien atau tiga hari jika pasien datang setiap hari, dipertemuan pertama proses pencetakkan, dipertemuan kedua proses pelukisan iris mata serta pembuatan pembuluh darah yang ada di mata, dan pertemuan terakhir bola mata sudah bisa diberikan kepada pasien.

Satu bola mata buatan Ilyasin berharga tujuh juta rupiah, tetapi untuk pasien yang kurang mampu Ilyasin memberikan secara gratis.


Sumber: kompas.com

Ada 1 komentar

Ayo ikutan juga