Belum lama ini, saya bertemu dengan seorang wisatawan dari Polandia yang sedang menikmati danau Tolire di lereng Gunung Gamalama di Ternate. Saya mendekatinya karena ternyata orang Polandia ini mencoba berbahasa Inggris dengan orang lokal yang kebetulan berada di situ yang kebetulan kurang fasih berbahasa Inggris. Saya membantunya sedikit, dan diskusi menarik pun bermula.

Polandia, secara khusus memang menarik perhatian saya. Negara dengan luas hutan terbesar di Eropa tengah ini mempunyai sejarah yang begitu panjang dan penuh cerita. Pertama, di bawah Persemakmuran Polandia pada abad 16 dan 17, negara ini membentang dari Laut Hitam hingga ke Laut Baltik, dan menjadi salah satu kerajaan terkaya saat itu. Mungkin ini sebabnya, negara ini tak ada riwayat kolonialisme. Mungkin.

Kedua, pada Perang Dunia II, negeri ini porak poranda karena diserang oleh 2 raksasa besar dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni oleh Nazi Jerman, dan Tentara Merah Uni Sovyet. Inilah salah satu negara yang paling menderita selama perang besar tersebut, dengan kematian rakyatnya akibat perang mencapai hampir 20% dari populasinya (6 juta kematian dari 31 juta populasi saat itu.

Warsawa, ibukota Polandia kini | W-wa Jeziorki
Warsawa, ibukota Polandia kini | W-wa Jeziorki

Ketiga, setelah perang, negara ini secara politik dikuasai oleh Uni Sovyet dan menganut sistem komunis. Pemerintahan dan ekonomi diatur dari Moskow, dan lambat laun membawa negara yang dulu makmur ini menjadi negara yang 'tak begitu dianggap lagi' di Eropa. Selama berada di bawah komunisme dan sosialisme, masyarakat miskin di Polandia mencapai 16 hingga 30 % dari populasi, dan sebagiannya menyentuh angka kemiskinan cukup parah.

Polandia di bawah komunisme | turkiye.culture.pl
Polandia di bawah komunisme | turkiye.culture.pl

Keempat, Polandia yang oleh pemerintahnya kini dijuluki "Negeri Seribu Danau", kini memasuki era emas, kemakmuran yang tak pernah lagi dicapai sejak ratusan tahun belakangan.

Inilah yang akan saya tulis. Dan, percakapan panjang saya dengan turis Polandia tersebut menjawab segala hal tentangnya. Pendapatan perkapita Polandia mencapai $24,000, atau sekitar 65% dari level pendapatan perkapita negara-negara di Eropa Barat yang lebih dulu maju. Pendapatan perkapita ini adalah level tertiggi sejak tahun 1500-1600, masa di mana Polandia memasuki 'Golden Age'.

Dan inilah Golden Age yang kedua.

Konsumsi individu, dimana di dalamnya termasuk pemanfaatan layanan umum yang didanai pemerintah, naik significan dan melampaui 70% dari kenaikan rata-rata negara Eropa Barat. Kualitas hidup juga terlihat jauh membaik, yang terlihat dari ratingnya yang tinggi menurut indeks OECD Better Life.

Polandia, juara voli dunia 2015 | volleywood.net
Polandia, juara voli dunia 2015 | volleywood.net

Di level olahraga, negara ini juga mencapai rekor-rekor baru. Misalnya, belum lama lalu, negara ini menjadi juara dunia bola volley, meraih perunggu di olahraga bola tangan, dan tim sepakbolanya mengalahkan Jerman untuk pertama kali dalam sejarah. Tak heran, lebih dari 80% orang Polandia puas dengan kehidupan mereka saat ini, juga sang turis dari Polandia yang saya temui di Ternate, jauh sekali dari negaranya, belum lama lalu.

Menurutnya, inilah 20 tahun terbaik dalam sejarah bangsa Polandia. Sejak 1989, pendapatan perkapitanya naik lebih dari 2 x lipat, jauh melebih kenaikan rata-rata pendapatan perkapita di negara-negara Eropa yang lain. Ekspor naik lebih dari 25 kali (!!) dan mendekati angka $250 milyar tahun lalu. Sejak 1995, ekonomi negara ini juga tumbuh lebih cepat dari negara-negara lain. Setelah 23 tahun terus tumbuh tanpa jeda, termasuk pada tahun 2008 saat krisis dunia, dimana Polandia adalah satu-satunya anggota European Union yang pertumbuhan ekonominya tidak turun, negara ini akan mencetak rekor baru pertumbuhan ekonomi tercepat dunia.

Masih menurut sang turis tersebut, pertumbuhan pesat Polandia tak pernah lepas dari kekuatan pendidikan di negara tersebut (brain power), semangat kewirausahaan, dan kerja keras, bukan berdasar pada kekayaan alamnya. Polandia adalah net energy importer, dan tingkat utang luar negerinya jauh di bawah negara-negara lain di Eropa. Dan yang lebih penting, pertumbuhannya yang cepat tak membuat jurang antara si kaya dan si miskin melebar.

Darimana Polandia mendapatkan berbagai 'keajaiban' itu?

Pertama, dari awal sekali sejak negara tersebut lepas dari komunisme, rakyat dan pemerintah Polandia tahu betul kemana mereka akan menuju, yakni integrasi dengan ekonomi Eropa. Selama proses tersebut, mereka mengadopsi berbagai hal dari negara-negara Eropa yang lebih dulu maju, terutama : rule of law, kebijakan keuangan yang independen, kompetisi yang kuat, kebebasan pers, dan demokrasi.

Kereta DART Polandia | thenews.pi
Kereta DART Polandia | thenews.pi

Kedua, Polandia memperkuat kuantitas dan kualitas pendidikan. Rakyat Polandia adalah rakyat yang well-educated, dan menurut study OECD PISA 2012, generasi umur 15 tahunan di Polandia secara fungsional lebih terpelajar dibandingkan dengan anak-anak seusia mereka di Eropa Barat dan Amerika Utara, dua kawasan yang selama ini dianggap sebagai pusat pendidikan dunia.Terakhir, Polandia berhasil memanfaatkan dana dalam jumlah besar dari EU yang membantu negara tersebut terkoneksi dengan Eropa Barat lewat jalan raya yang besar dengan kualitas yang sangat baik.

Iklim usaha yang meningkat juga membuat Polandia menjadi salah satu negara dengan reformasi iklim usaha yang paling baik di dunia, menurut World Bank's Doing Business Ranking. Apa keunggulan Polandia dibanding negara-negara lain yang selevel dengannya, yang membuatnya paling cepat tumbuh dari negara miskin menjadi negara yang makmur seperti sekarang?

Pertama-tama, Polandia sepertinya sudah bersiap diri memasuki ekonomi yang berorientasi pasar, sejak negara tersebut lepas dari ekonomi sosialis model Sovyet. Praktis, sektor swasta langsung booming, dan membantu negara tersebut terlepas dari resesi ekonomi pada 1992, ketika negara-negara lain masih berkutat dengannya. Polandia juga sangat cepat melakukan reformasi pasar dengan institutional building yang kuat, dan segera setelahnya masuk dalam OECD pada 1997. Juga penting diingat bahwa negara tersebut juga mengelola proses privatisasi dengan efisien dan transparan.

Juga, pasar dometik Polandia juga besar dan terus tumbuh cepat, dan menjadi buffer ketika terjadi krisis dunia pada 2008-2009. Dua puluh lima terakhir, adalah era yang penuh 'keajaiban' bagi Polandia. Belum pernah negara tersebut mencapai kemakmuran dan kualitas hidup seperti sekarang ini.

Dan Indonesia tentu bisa sedikit banyak belajar darinya. Let the golden age begin.

Sumber:

Poland’s New Golden Age: Shifting from Europe’s Periphery to Its Center.

World Bank's Doing Business Ranking.

OECD PISA 2012

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu