Beras Singkong Menjadi Menu Khas Lebaran Di Sini

Beras Singkong Menjadi Menu Khas Lebaran Di Sini

sumber : vanny/shava-kitchen

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

seminggu terakhir ini, ratusan santri di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi menumbuk singkong. Mereka bergiliran membersihkan dan merebus singkong yang baru dipanen dari kebun tak jauh dari pondok pesantren di Sukabumi tersebut. Santri lainnya bertugas menumbuknya singkong di dalam lisung (wadah untuk menumbuk padi yang terbuat dari kayu gelondongan yang dibuat persegi panjang) dengan menggunakan alu (pemisah kulit) dari kayu keras. Setelah tekstur singkong menjadi lembek, singkong yang telah ditumbuk kemudian dikeringkan di pelataran pondok.

"Sudah menjadi tradisi dipesantren Al Fath, kami menyiapkan singkong yang akan dijadikan beras singkong," kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Fajar Laksana Selasa, 12 Juni 2018 lalu yang dikutip dari Pikiran Rakyat.

Fajar Laksana mengatakan beras singkong (atau bisa disebut bersin) biasa dikonsumsi seluruh santri pasca salat Idul Fitri. Mereka memburu bersin yang memang menjadi makanan kesukaan santri.

"Kami memiliki kebiasaan mengkonsumsi bersin usai salat Idulfitri. Makanan singkong yang diolah menjadi makanan pokok utama sebagai pengganti beras. Beras singkong atau bersin merupakan makanan favorit santri dan santriwati dewasa yang tidak pulang ke kampung halamannya," katanya.

Menu tersebut biasa dikonsumsi oleh para santri dewasa sampai 6 hari ke depan atau nyawalan (ibadah yang dilakukan saat bulan syawal) . Makanan ini disantap saat sahur dan buka nyawalan.

"Kami membiasakan mengkonsumsi bersin setelah sebelumnya terus menerus mengkonsumsi beras dengan berbagai lauk pauk," katanya.

Beliau mengatakan kebiasaan mengkonsumsi makanan tersebut telah berlangsung cukup lama. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan secara turun temurun hingga nyawalan usai.

"Nyawalan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan menu makanan singkong beras" katanya.

Selain nyawalan dengan menu bersin, kata Fajar Laksana, para santri akan melakukan kegiatan silaturahmi tahunan. silaturahmi yang dikosentrasikan di lingkungan pesantren juga mengundang para orangtua santri.

Sumber : Pikiran Rakyat, shava-kitchen

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahasiswa ITS Kembali Raih Penghargaan di Kancah Internasional. Kompetisi apakah? Sebelummnya

Mahasiswa ITS Kembali Raih Penghargaan di Kancah Internasional. Kompetisi apakah?

Mengenal Tradisi 'Jimpitan' di Tengah Pandemi, Mungkin Bisa Jadi Solusi Selanjutnya

Mengenal Tradisi 'Jimpitan' di Tengah Pandemi, Mungkin Bisa Jadi Solusi

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.