Menarik! Masyarakat Using Banyuwangi Kembali Gelar Tradisi Adat Seblang Olehsari

Menarik! Masyarakat Using Banyuwangi Kembali Gelar Tradisi Adat Seblang Olehsari

Dokumen Pribadi © Aninditya Ardhana Riswari

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Kawan GNFI pasti sering mendengar nama Banyuwangi sebagai sebuah daerah yang kaya akan sumber daya pariwisata. Baik wisata alam maupun seni budaya hadir di Banyuwangi, yang kemudian membawa Bumi Blambangan tersebut dijuluki sebagai Kota Seni. Berbagai macam tradisi adat masyarakat asli Banyuwangi yang biasa disebut masyarakat Using juga terus bertahan dan berkembang hingga detik ini, salah satunya Seblang Olehsari.

Menjelang Dimulainya Tradisi Adat Seblang Olehsari
Menjelang Dimulainya Tradisi Adat Seblang Olehsari

Seblang Olehsari merupakan ritual adat bersih desa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Diketahui sebelumnya bahwa ritual Seblang di Banyuwangi terdapat dua jenis yakni Seblang Bakungan dan Seblang Olehsari. Berbeda dengan Seblang Bakungan yang ditarikan oleh wanita yang sudah menopause, Seblang Olehsari justru ditarikan oleh seorang perempuan yang baru mengalami masa puber.

Saat ditemui secara langsung, salah seorang tokoh adat setempat mengatakan bahwa Seblang Olehsari diselenggarakan dalam kurun waktu 7 hari berturut-turut. Ciri khas yang dimiliki oleh Seblang Olehsari ialah ritual tersebut selalu dimulai pada hari Senin atau Jumat, sesuai dengan yang paling dekat dengan hari ketujuh bulan Syawal. Untuk di tahun 2018 ini, dipilihlah hari Senin (18/06) sebagai hari pertama diselenggarakannya ritual Seblang tersebut.

Prosesi Sesaat Sebelum Seblang Dirasuki
Prosesi Sesaat Sebelum Penari Seblang Dirasuki

Selain sebagai bentuk bersih desa, Seblang juga bertujuan untuk menunjukkan rasa syukur atas kesejahteraan dan kemakmuran yang dirasakan serta diterima oleh masyarakat Desa Olehsari. Lebih lagi, Seblang Olehsari merupakan tradisi adat yang telah dilaksanakan secara turun temurun, sehingga tidak diketahui secara pasti usia dari ritual tersebut.

Tradisi Seblang dimulai dengan upacara yang dibuka oleh dukun desa atau kerap kali disebut pawang penari. Sang penari akan ditutup matanya sembari memegang tempeh. Kemudian dukun atau pawang tersebut akan mengasapi penari sambil membaca mantera yang membuat penari kesurupan sehingga tak sadarkan diri. Penari yang sudah kesurupan akan menari dengan gerakan monoton seraya memejamkan mata dan mengikuti irama gending yang dimainkan.

Terkadang penari Seblang yang kesurupan juga melempar selendang yang digulung ke arah penonton sehingga membuat penonton harus ikut menari bersama Seblang. Oleh sebab itu hal inilah yang membuat Seblang Olehsari menjadi ritual unik yang berbeda dari tradisi lain, sebab Seblang Olehsari memiliki nilai mistik yang tak tertandingi.

Antusias Berbagai Kalangan Demi Menyaksikan Seblang Olehsari
Antusias Berbagai Kalangan Demi Menyaksikan Seblang Olehsari

Namun, meski kuat dengan unsur mistis tidak membuat antusias masyarakat Banyuwangi berkurang untuk menyaksikan ritual tersebut. Bahkan ada banyak wisatawan asing yang turut hadir untuk sekedar menyaksikan secara langsung tradisi Seblang Olehsari sebagai ritual lokal yang menarik juga memiliki nilai budaya kental.

Tak heran hingga dengan detik ini, Seblang Olehsari masih menjadi ritual yang terus dilaksanakan masyarakat setempat bahkan masuk ke dalam calender event Banyuwangi Festival 2018. Lebih lagi, di tahun ini ritual tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Wah bangga sekali ya dengan kesadaran diri masyarakat terhadap budaya dan tradisi yang ada. Semoga kedepannya, aneka seni budaya di berbagai daerah juga tetap bisa bertahan pun berkembang seperti halnya Seblang Olehsari. Salam budaya!


Sumber: Liputan Kegiatan Tradisi Seblang Olehsari

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Begini Kuliner Khas Lebaran Masyarakat Penataban Banyuwangi! Sebelummnya

Begini Kuliner Khas Lebaran Masyarakat Penataban Banyuwangi!

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.