Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Mengenal Karya, Memperluas Wawasan Berkesenian

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Mengenal Karya, Memperluas Wawasan Berkesenian

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi Berkunjung ke Pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Banyak cara untuk semakin memperdalam pemahaman berkesenian, salah satunya adalah dengan memahami karya Seniman lainnya. Proses yang dimiliki setiap Seniman pasti berbeda. Namun, semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menyampaikan pesan secara visual. Untuk mempelajari berbagai karakter Seniman yang tercermin dalam setiap karyanya, Peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi diajak untuk berkunjung ke Museum.

Sabtu, 08 Juli 2018 peserta diajak untuk berkunjung ke Museum MACAN (Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara). Kunjungan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memotivasi peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi untuk mengenal Yayoi Kusama sebagai seorang seniman yang menderita sakit selama + 28 tahun akan tetapi tetap berkarya. Kunjungan ke pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN sekaligus mengapresiasi sang seniman: Yayoi Kusama yang telah berpameran taraf internasional di dunia.

Selain Museum MACAN peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi juga diajak untuk mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia di kawasan Kota Tua. Dua Museum berbeda dengan berbagai koleksi karya yang berbeda. Perjalanan kunjungan yang menyenangkan ini diharapkan dapat membantu Peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi untuk meningkatkan apresiasi terhadap suatu karya.

Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow

Seniman ternama Jepang, yaitu “Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow”. Seni merupakan cara Kusama untuk mengatasi halusinasi yang dialaminya sejak kecil. Unsur polkadot dengan pola berulang yang hadir hampir di seluruh karya Kusama juga berawal dari pengalaman masa kecilnya dan memiliki arti tersendiri baginya. Menurut Kusama, “Pada akhirnya, bulan adalah polkadot, matahari adalah polkadot, dan kemudian bumi di mana kita tinggal adalah polkadot.”

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Pameran Seniman Kontemporer dengan karakter kuat ini memberi kesempatan pada Peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi untuk berpikir lebih bebas dan terbuka. Karya Kusama merupakan contoh nyata bahwa kemampuan membaca diri sangatlah penting. Juga, menjadikan diri sebagai medan utama memang mampu untuk menghasilkan karya yang diminati.

Mengenal Sejarah Seni Rupa dan Keramik di Indonesia

Pada perjalanan berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia, Peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi diajak untuk berkenalan dengan para Seniman Indonesia. Mulai dari Sudjodjono yang dikenal sebagai Bapak Seni Rupa Indonesia juga cikal bakal gerakan seni rupa selanjutnya, Raden Saleh Syarif Bustaman, Basoeki Abdullah, hingga Affandi yang dikenal melalui lukisan “Potret Diri”.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Selain mengenal lebih dekat para Seniman kenamaan Indonesia, sejarah tentang perkembangan seni rupa di Indonesia juga dipelajari di sini. Peserta Belajar Bersama Maestro Hanafi mendapatkan informasi langsung tentang Mooi Indie, asal muasal terbentuknya komunitas seni di Indonesia yang akan lebih dikenal sebagai Sanggar, juga perjalanan pendidikan seni rupa di Indonesia.

Selain lukisan karya Maestro ternama, Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia juga memiliki koleksi karya keramik. Ada pula koleksi BMKT (Benda Muatan Kapal Karam) yang ditemukan di lautan Indonesia.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Surabaya Punya Bus Tingkat Loh! Sebelummnya

Surabaya Punya Bus Tingkat Loh!

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia Selanjutnya

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia

Talita Zahrah
@talitazahrah

Talita Zahrah

www.talitazahrah.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.