Pembangkit Listik dengan Energi Baru dan Terbarukan Terus Dikebut Pemerintah

Pembangkit Listik dengan Energi Baru dan Terbarukan Terus Dikebut Pemerintah
info gambar utama

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama dan terbesar di Indonesia telah beroperasi. Pembangkit Listrik komersil ini berada di Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (sidrap), Propinsi Sulawesi Selatan.

PLTB ini terdiri dari 30 kincir angin yang masing – masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW. Dengan total kapasitas sebesar 757 megawatt, PLTB sidrap ini diharapkan mampu mengalirkan listrik kepada 70.000 pelanggan di wilayah Sumatera Selatan dengan daya 900 VA.

Pembangkit listrik yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2018 kemarin menelan anggaran sebesar 1,16 miliar dolar AS, atau sekitar Rp. 22,9 Triliun. Peresmian PLTB ini sebagai bentuk upaya pemerintah untuk mewujudkan bauran energi primer Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025. Menteri ESDM Ignasius Johan menyebutkan jika proyek ini menyerap tenaga kerja 4.480 orang sejak tahap konstruksi hingga operasional.

Pemerintah optimis dengan target yang telah ditetapkan. Mengingat Indonesia memiliki potensi yang besar.

“Saya rasa kita memiliki potensi yang besar dalam hal pengembangan EBT. Untuk panas bumi kita memiliki potensi sebanyak 29.000 MW dan baru dikerjakan 2.000 (MW), lalu kita memiliki PLT Surya, PLTA yang potensinya juga sangat besar. Oleh sebab itu ke depan, berdasar target yang kita berikan yaitu 23% di tahun 2025 diharap bisa kita selesaikan,” pungkas presiden seperti dilansir monitor.co.id.

Proyek infrastruktur ketenagalistrikan lain yang juga disiapkan pemerintah yaitu PLTU Sulsel Barru 2 dengan kapasitas 100 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTG) luwuk berkapasitas 40 MW, dan PLTB Tolo, Jeneponto dengan kapasitas 72 MW.

Sedangkan pembangkit listrik yang diresmikan pada kesempatan yang sama yakni Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Sidrap Berkapasitas 75 MW, Pembangkit Listrik Tenagap Uap (PLTU) Punagaya dengan kapasitas 2 x 100 MW, dan PLTU Independent Power Producer (IPP) Jeneponto Ekspansi Kapasitas 2 x 135 MW.

Pembangunan yang terus dilakukan pemerintah ini guna memenuhi target rasio elektrifikasi nasional pada 2019 lebih dari 99,9%. Disamping itu, pemerintah juga menjamin tidak ada kenaikan listrik hingga tahun 2019.

sumber : esdm.go.id | monitor.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini