Nostalgia Permainan Tradisional Melalui Festival Memengan di Banyuwangi

Nostalgia Permainan Tradisional Melalui Festival Memengan di Banyuwangi
info gambar utama

Ada yang unik di salah satu kota di pucuk timur pulau Jawa yakni Banyuwangi. Nampaknya predikat sebagai Kota Festival cukup pantas disematkan untuk Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten yang memiliki segudang keelokan alam ini rupanya juga menyimpan sapta pesona yang berkaitan dengan seni budaya. Tak heran jika terdapat puluhan festival keren yang disuguhkan secara apik di sana.

Sebut saja Festival Memengan (mainan), yang menjadi perayaan menarik di Banyuwangi. Pekan ini, kota yang dijuluki sebagai Bumi Blambangan tersebut menggelar kegiatan yang berkaitan dengan keberadaan permainan tradisional. Selain ada Festival Memengan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut menghelat Festival Teknologi Inovasi dan Lalare Orchestra Concert. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan hadirnya Pawai Obor Asian Games 2018.

Disampaikan melalui CNN Indonesia Bupati Banyuwangi mengatakan, sebagai sebuah daerah Banyuwangi selalu berupaya untuk menyuguhkan agenda menarik tiap akhir pekan. Oleh sebab itu tak heran jika ada sekitar 77 acara yang berkaitan dengan perayaan festival, yang juga dihelat tiap minggunya.

Event menarik yang terus digelar merupakan salah satu bentuk promosi wisata terhadap kesenian, budaya, juga keelokan alam yang dimiliki Banyuwangi. Harapannya, para wisatawan yang tengah berlibur atau berkunjung ke Banyuwangi dapat memiliki kesan yang mendalam terhadap Banyuwangi sebagai sebuah daerah.

Anak-Anak Tampak Antusias dengan Festival Memengan 2018 | Sumber dok: Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
info gambar

Dalam Festival Memengan Tradisional, pengunjung akan dimanjakan dengan penampilan ribuan anak-anak nan menggemaskan. Mereka, bocah-bocah tersebut melakukan atraksi dengan memainkan aneka permainan tradisional nusantara seperti halnya egrang bambu, egrang bathok kelapa, gasing, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, dakon, lintang aliyan, lompat tali, hulahop, balap velg hingga tarik tambang dan dagongan.

Festival Memengan Dapat Menjadi Ajang Edukasi Bagi Anak-anak di Era Ini | Sumber dok: Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
info gambar

Aneka permainan tradisional tersebut pun diparadekan di sepanjang jalan protokol Banyuwangi, yakni mulai depan kantor Pemkab hingga menuju Taman Blambangan.

Pada gelaran tersebut, terlihat ribuan anak-anak berhasil mengajak Bupati Banyuwangi bermain-main. Uniknya, Abdullah Azwar Anas tak terlihat canggung, ia justru menikmati momen tersebut. Bahkan Anas juga terlibat dalam permainan lompat tali karet.

Bupati Banyuwangi Saat Berhasil Bergabung Bermain Lompat Tali | Sumber dok: Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
info gambar

Bupati Banyuwangi turut mengaku bahwa hadirnya permainan tradisional justru memberikan nilai edukasi yang baik terhadap anak-anak. Sebab dalam permainan tradisional, anak-anak justru dapat banyak belajar mengenai arti kekompakan, guyub, dan tentunya juga menyehatkan.

Selain untuk memperingati Hari Anak Nasional, Festival Memengan yang melibatkan 5.000 anak SD se-Banyuwangi tersebut merupakan salah satu bentuk perayaan untuk terus mengingat permainan tempo dulu yang masih melegenda hingga saat ini. Meski di hari ini telah tercipta banyak teknologi kekinian, namun harapannya anak-anak bangsa khususnya para putra daerah tidak melupakan permainan tradisional yang juga merupakan warisan bangsa.

Meriahnya Festival Memengan 2018 | Sumber dok: Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
info gambar

Lebih lagi sebagai sebuah wilayah, Banyuwangi berupaya terus konsisten untuk memberikan wadah juga ruang bagi anak-anak dalam berkreasi.

Turut bangga dan mengapresiasi penuh Festival Memengan 2018. Semoga dengan kegiatan tersebut para anak bangsa juga putra daerah dapat lebih bangga untuk terus melestarikan budayanya masing-masing.

Bangga Indonesia!


Sumber: CNN Indonesia | Press Release Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini