Anak Bangsa dan Sejuta Inovasi

Anak Bangsa dan Sejuta Inovasi

© Vernan Jagunap (Pinterest)

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Meskipun terbilang langka, ide-ide yang sangat inspiratif bisa muncul dari “Anak Bangsa”. Sebagaimana yang dikatakan Tan Malaka dalam Madilog, “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”. Kita bebas menafsirkan idealisme ini seperti apa. Tetapi menurut saya, menjadikan Indonesia sebuah negara yang luar biasa bisa jadi arti Idealisme bagi beberapa “Anak Bangsa”-nya.

Idealisme inilah yang menjadikan beberapa “Anak Bangsa” tergerak untuk memberikan ide-ide dan gagasannya untuk memperbaiki keadaan Indonesia sekarang.

Dikutip dari indonesia-investments.com, pada tahun 2010, sekitar 37 persen di bawah dua puluh tahun dan sekitar setengah populasi Indonesia berusia di bawah tiga puluh tahun. Bedasarkan perspektif demografis ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam hal produktifitas dan kreatifitas.

Bisa dibayangkan dengan dominasi oleh para pemuda, seberapa kaya bangsa ini akan ide-ide. Inilah inti sebenarnya bahwa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang kaya. Kaya akan ide dan gagasan para setengah lebih penduduknya.

Dibuktikan dengan beberapa gagasan para mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kemudian menjadi pemenang dalam ajang kompetisi tingkat Internasional. Selain itu, beberapa karya “Anak Bangsa” juga sudah menjadi perbincangan di media baik domestik maupun mancanegara.

Ada juga “Anak Bangsa” yang berkontribusi tidak hanya dengan gagasannya. Namun, mereka bersedia menjadi penggiat dari gagasan tersebut. Contohnya, didalam buku Inovasi Daerahku terbitan BITREAD, para “Anak Bangsa” ini melakukan sesuatu yang bisa berguna bagi sekitarnya.

Mulai dari membuat taman baca yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia hingga program sporadis untuk menanam pohon sebagai langkah merawat lingkungan. Sebagai informasi tambahan, dikutip dari Kompas, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Dan berdasarkan data Kementerian Kehutanan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang.

Meski yang mereka lakukan bukanlah langkah yang besar, tetapi berdampak secara langsung terhadap sasaran mereka, yaitu masyarakat sekitar. Hal yang kita perlu yakini adalah selama “Anak Bangsa” masih memiliki Idealisme, niscaya Indonesia akan menjadi sebuah negara yang kaya.

Sumber: Kompas, indonesia-investments.com, WWF, Buku Inovasi Daerahku

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Komunitas Celah-celah Langit, Ditengah Degradasi Budaya Sebelummnya

Komunitas Celah-celah Langit, Ditengah Degradasi Budaya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Rudi Sandjaya
@rudisandjaya

Rudi Sandjaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.