BPP dan KKN 73 UMM Bantu Petani Dalam Pemberantasan Hama Wereng

BPP dan KKN 73 UMM Bantu Petani Dalam Pemberantasan Hama Wereng

foto : Nurafifah Rahadatul A.

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Tulungagung-BPP Tulungagung gandeng mahasiswa KKN 73 UMM untuk terjun ke lahan pertanian milik warga dusun secang, desa pojok kecamatan campurdarat dalam penyemprotan hama wereng. Pada lahan ahanahan di wilayah desa pojok yang didominasi oleh sektor pertanian, yakni berupa hamparan sawah yang ditanami tanaman padi serta tanaman polowijo.

Senin (30/07/18) Mahasiswa KKN 73 ikut serta turun ke sawah langsung dengan ditemani anggota BPP Tulungagung. Mereka terjun ke lahan persawahan serta melihat secara langsung mengenai proses penyemprotan pestisida. Penyemprotan pestisida tersebut dilakukan guna mengatasi hama pada tanaman padi di lahan sawah pertanian di desa Pojok kecamatan Campurdarat Tulungagung.

Pestisida berfungsi untuk membasmi berbagai jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi. Hama dan penyakit yang menyerang padi para petani seperti werang hal tersebut sangat berpengaruh pada tingkat produktivitas padi yang dihasilkan. Hama wereng biasanya menyerang bagian batang pada padi. Apabila padi yang telah terserang hama ditandai oleh rusaknya bagian batang serta layu yang nantinya berakibat membuat padi-padi yang telah ditanam tersebut mati. Selain itu serangan hama wereng akan membuat padi cepat menguning sebelum waktu panen dan terlihat seperti terbakar. Penyebaran hama wereng tersebut cukup cepat yakni dengan hitungan 1x24 jam.

Pestisidaestisida yang digunakan oleh para petani yaitu pestisida kimiawi, terdapat dua jenis pestisida yakni pestisida nabati dan pestisida kimiawi. Akan tetapi pestisida yang digunakan oleh petani di desa pojok kecamatan campurdarat adalah pestisida kimiawi dikarenakan zat kimiawi yang terdapat pada pestsida lebih cepat dalam membasmi hama dan penyakit pada tanaman padi. hama wereng sangat betah hidup pada daerah yang lembab. oleh karena itu perlu ditingkatkan kewaspadaan pada saat musim tanam yang berbarengan dengan musim hujan. kerusakan yang ditimbulkan oleh hama wereng bisa dalam skala ringan hingga menyebakan puso. semua jenis wereng mampu menyebabkan gagal panen apabila wereng menyerang dalam skala luas dan tidak segera diatasi. Maka dari itu, para petani segera menangani penyebaran hama wereng tersebut sebelum merusak lahan pertanian.


Sumber: Nur Khasana

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tarian Ngantat Dendan Iringi Pengantin di Lubuklinggau Sebelummnya

Tarian Ngantat Dendan Iringi Pengantin di Lubuklinggau

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Arinda Larassati
@kkn73_

Arinda Larassati

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.