Agenda Pariwisata Indonesia Agustus

Agenda Pariwisata Indonesia Agustus

Ruwat anak Dieng berambut gimbal © Sumber: Wego

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bulan baru telah dimulai selama 3 hari. Terlepas dari perayaan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan hari raya Idul Adha di bulan Agustus ini, akan ada beberapa festival akbar yang diadakan di beberapa wilayah di Indonesia.

Catat tanggal dan tempatnya supaya tidak ketinggalan mengikuti festival tersebut.

1. Festival Buleleng, 2-6 Agustus
Buleleng, Bali

Bulfest | Sumber: Baca
Bulfest | Sumber: Baca

Dikenal juga sebagai Bulfest, digelar di seluruh situs kota sebagai tempat pagelaran. Tugu Singa Ambararaja, Jembatan Tua Pelabuhan, Puri Kanginan dan Sasana Budaya.

2. Dieng Culture Festival, 3-5 Agustus
Dieng, Jawa Tengah

Anak berambut gimbal Dieng yang akan diruwat | Sumber: AtmaGo
Anak berambut gimbal Dieng yang akan diruwat | Sumber: AtmaGo

Acara tahunan khas Dataran Tinggi Dieng yang diisi dengan berbagai penampilan kesenian dan budaya sebagai iringan dari inti acara yakni pemotongan rambut anak-anak dieng yang gimbal (ruwat).

Keunikan dari ritual ini terletak di momen pemotongan rambut tersebut, dimana pemotongan tersebut hanya akan dilaksanakan atas permintaan sang anak dan harus memenuhi permintaan anak yang akan diruwat.

Selain itu ajang tahunan yang selalu menarik perhatian hingga ribuan pengunjung ini juga dimeriahkan dengan acara jazz di atas awan, pesta lampion dan kembang api, festival film, dan banyak lagi.

3. Festival Bunga Tomohon, 8-10 Agustus
Tomohon, Sulawesi Utara

Festival Bunga Internasional Tomohon | Sumber: Genta Rakyat
Festival Bunga Internasional Tomohon | Sumber: Genta Rakyat

Mulanya acara ini diadakan selama dua tahun sekali, namun kini rutin diadakan secara tahunan. Berlangsung selama tiga hari berbagai kegiatan seperti turnamen bunga berupa pawai kendaraan hias hingga kontes Ratu Bunga digelar dalam perayaan ini.

4. Pagar Alam Heritage Trail, 8-11 Agustus
Sumatra Selatan

Gunung Dempo | Sumber: Sriwijaya Post
Gunung Dempo | Sumber: Sriwijaya Post

Pernah membayangkan menjelajah alam melalui lintasan bersejarah dan kuno? Pada event ini peserta akan menjelajah alam di tanah bersejarah Basemah yang kaya akan situs megalit. Diselimuti oleh hawa sejuk Gunung Dempo dan perkebunan teh, menyusuri desa-desa tua hingga menikmati harumnya kopi hutan. Penelusuran jalan pusaka (heritage trail) Pagar Alam ini akan berisikan perjalanan pembelajaran asal usul migrasi manusia dari Gua Macan, menyingkap rahasia megalit Pasemah hingga perjalanan ke danau di Kaldera Dempo.

5. Festival Tumpeng Sewu, 19 Agustus 2018
Kemiren, Banyuwangi

Tumpeng Sewu Kemiren | Sumber: Sportourism
Tumpeng Sewu Kemiren | Sumber: Sportourism

Suku Osing, suku asli masyarakat Banyuwangi memiliki tradisi adat bernama Tumpeng Sewu yang digelar seminggu sebelum Idul Adha. Tradisi adat inilah yang akan menjadi inti acara dari Festival Tumpeng Sewu tersebut. Sebelum menyantap tumpeng sewu, seluruh warga akan berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana dan sumber penyakit. Ritual ini diyakini sebagai bentuk selamatan tolak bala. Tumpeng Sewu berasal dari banyaknya tumpeng yang akan hadir dari ritual ini, dikarenakan setiap rumah warga Osing di Kemiren akan mengeluarkan minimal satu tumpeng yang diletakkan di depan rumahnya. Sebelum itu mereka juga akan melakukan ritual mepe kasur.

6. Festival Pasar Terapung Banjarmasin, 24-26 Agustus
Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Pasar Terapung Banjarmasin | Sumber: twisata
Pasar Terapung Banjarmasin | Sumber: twisata

Festival Pasar Terapung Banjarmasin merupakan sebuah agenda yang berlokasi di pasar tradisional yang terletak di atas sungai Barito. Karena berada di atas air atau mengapung, seluruh pedagang dan pembeli menggunakan moda transportasi jukung (perahu) atau kelotok (perahu bermesin) untuk menjajakan serta membeli dagangan yang ada di pasar terapung tersebut. Pasar terapung sendiri sebenarnya ada setiap hari, hanya saja biasanya yang datang adalah warga lokal yang memang memfungsikan pasar terapung layaknya pasar tradisional pada umumnya. Nampaknya karena lokasinya yang tidak lazim, menjadi pusat pariwisata saat berkunjung ke kota Banjarmasin.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Latar Belakang Pendidikan Pendiri Startup Sukses Indonesia Sebelummnya

Latar Belakang Pendidikan Pendiri Startup Sukses Indonesia

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan Selanjutnya

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.