Skor Keseluruhan Sustainable Development Goals (SDG) Negara Asia Tenggara

Skor Keseluruhan Sustainable Development Goals (SDG) Negara Asia Tenggara
info gambar utama

Seberapa baik kah dunia dengan agenda 2030 dan 17 target perkembangan berkelanjutannya? Dituliskan oleh Zakri Abdul Hamid di New Straits Times, Malaysia bahwa ternyata dunia belum cukup baik dalam melaksanakan agenda 2030 dan 17 target tersebut.

Tiga tahun setelah anggota PBB menyatakan setuju terhadap program 15 tahun yang cukup ambisius pada pertemuan New York, inventarisasi ketiga upaya pemerintah telah dirilis; Indeks SDG 2018 dan laporan Dashboard.

Profil dua halaman mendetail tentang kemajuan SDG pada setiap indikator yang menyusun indeks disediakan untuk semua negara anggota PBB, bersama dengan indikasi data tren tentang seberapa cepat masing-masing negara berkembang.

Dikeluarkan oleh Bertelsmann Stiftung dan Sustainable Development Solutions Network (SDSN), laporan tersebut memuat perkiraan akankah masing-masing negara mencapai target SDG berdasarkan proses pencapaian selama tiga tahun belakangan.

Berikut indeks SDG 2018 negara-negara Asia Tenggara:

Catatan: Brunei tidak masuk di dalam Indeks SDG 2018 karena ketidaktersediaannya data yang cukup | Sumber: Seasia.co
info gambar
17 Sustainable Development Goals | Sumber: UN
info gambar

Sayangnya, data tersebut menunjukkan bahwa tak satupun negara yang menunjukkan bahwa negara tersebut berada pada jalur yang tepat dalam mencapai target-target tersebut pada 2030.

Termasuk juga mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan tingkat edukasi, kesehatan dan kehidupan yang baik, mencapai air dan sanitasi yang bersih, serta energi yang terjangkau dan bersih, serta mencapai kesetaraan jender.

Semoga saja dengan adanya data laporan ini, cukup untuk mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan hal lebih baik dalam bersama-sama mencapai target-target di 2030 demi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik.


Sumber: Seasia.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini