Selesai sudah. Patung raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang terletak di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Bali, akhirnya telah selesai dibangun, kini seluruh tubuhnya kini telah utuh terpasang. 

Inilah salah satu patung tertinggi di dunia dan akan menjadi salah satu ikon utama pulau Dewata.  Patung GWK memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah. Atau 271 meter dari permukaan laut. GWK menjadi salah satu patung tertinggi dunia bersanding dengan patung Spring Temple Buddha China, The Laykyun Sekkya Buddha Myanmar, Patung Liberty Amerika Serikat, Ushiku Daibutsu Jepang, The Motherland Calls Rusia, dan Christ the Redeemer Brazil.

 

🇮🇩 Garuda Wisnu Kencana - Southeast Asia's tallest statue under final completion . . . In Collaboration Footage @indrapramadi (@djiglobal Mavic Pro) Edited & Graded @740aerialvideography . . #garudawisnukencana #garudawisnukencanabali #neodronegraphy #skygrapher #gwk #explorebali #bali #aerialvideo #statue #djiglobal #djimavicpro #gwkbaliindonesia #garudawisnukencanaculturalpark #dronefootage #gwkculturalpark #videography #geonusantara #landscape #instanusantara #dronevideography #dronevideo #videooftheday #telkomselmerahputih #aerialvideography #droneoftheday #dronestagram #cinematic #mavicpro #cinematography #fromwhereidrone

A post shared by Good News from Southeast Asia (@seasiaig) on

Karya I Nyoman Nuarta  ini juga akan menjadi patung tembaga terbesar di dunia yang dikerjakan dengan teknik pengelasan. 

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui.

GWK | Jarrakpos.com
GWK | Jarrakpos.com

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Dan sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali.

Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah bekas penambangan kapur liar. Namun, sudah tidak produktif. Lahan ini ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik. 

Kini, GWK sudah selesai, dan diharapkan menjadi daya tarik wisatawan baru ke Bali, dan Indonesia. Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa pada tahun 2018 ini diharapkan jumlah kunjungan wisman di Bali bisa mencapai 7,5 juta orang.

"GWK akan bisa menjadi pengayaan produk pariwisata di Bali, bahkan Indonesia sehingga dapat disebut 'rejuvenation' atau peremajaan bagi stagnasi pariwisata Bali saat ini," kata  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana.

Sumber : Liputan6.com | Kumparan.com | Republika.com | tribunnews.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu