Festival Panen Tembakau Ala Desa Senden

Festival Panen Tembakau Ala Desa Senden

Parade gunungan © Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Desa Senden yang terletak di kaki gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah mengadakan festival panen tembakau pada 28 Juli hingga 4 Agustus yang lalu.

Festival Tungguk Tembakau yang berarti panen tembakau dalam bahasa lokal diramaikan oleh berbagai macam aktifitas, termasuk sebuah parade dan penampilan tradisional.

Persiapan gunungan oleh para tetua desa |
Persiapan gunungan oleh para tetua desa | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post

Puncak acara diadakan kamis lalu pada tanggal 2 Agustus. Malam sebelumnya para warga telah menyiapkan gunungan yang terdiri dari hasil panen dan daun tembakau sebagai sesembahan. Sesembahan tersebut diberkita bagi tetua desa dan diletakkan di pemakaman Gunung Sari, lokasi suci bagi warga lokal dimana para nenek moyang desa dimakamkan.

Pagi harinya, ratusan warga desa berkumpul di sekeliling pemakaman Gunung Sari. Masing-masing dusun menyiapkan tumpeng yang berfungsi sebagai simbol rasa terima kasih terhadap hasil panen tahun ini.

Perkebunan tembakau di desa Senden, Boyolali | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post
Perkebunan tembakau di desa Senden, Boyolali | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga tampak hadir pada pagelaran tersebut. Ia memotong tumpeng pertama sebagai pembukaan ritual tersebut, yang diikuti oleh pemetikan tembakau, menandai dimulainya musim panen di desa Senden.

Parade gunungan | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post
Parade gunungan | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post

Setelah ritual tersebut selesai, kemudian acara disambung dengan parade gunungan, dimana para warga desa membawa sesembahan menuju desa Senden.

Warga lokal menikmati tumpeng | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post
Warga lokal menikmati tumpeng | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post

Tumpeng tersebut dibagikan ke warga lokal. Sedangkan dekorasi dua gunungan utama diperebutkan oleh para pengunjung. Para warga desa percaya bahwa bagian dari dekorasi tersebut akan membawa berkah terhadap kehidupan mereka sehari-hari dan pertanian di tahun mendatang.

Penggagas festival tersebut, Dwi Kristanto menyebutkan bahwa dulunya acara tersebut diadakan masing-masing oleh setiap dusun, tidak seperti sekarang secara bersamaan. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjadikan kesempatan tersebut sebagai sebuah festival, dengan harapan akan memajukan wisata desa Senden sebagai desa wisata.

Pertunjukkan tari topeng |
Pertunjukkan tari topeng | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post

Parade tersebut kemudian diikuti oleh berbagai macam peertunjukkan, termasuk Jathilan dan tari topeng, serta Panen Jazz Festival.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kapal Tanpa Awak, Solusi dari IPB untuk Jaga Wilayah Perairan Indonesia Sebelummnya

Kapal Tanpa Awak, Solusi dari IPB untuk Jaga Wilayah Perairan Indonesia

Dasa Darma Pramuka jadi Rujukan Perilaku Komunitas Harley-Davidson Selanjutnya

Dasa Darma Pramuka jadi Rujukan Perilaku Komunitas Harley-Davidson

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.