Mahasiswa IPB Olah Kertas Bekas Menjadi Styrofoam Ramah Lingkungan

Mahasiswa IPB Olah Kertas Bekas Menjadi Styrofoam Ramah Lingkungan

© New York Post

Styrofoam adalah kemasan yang banyak digunakan sebagai wadah berbagai produk. Di Indonesia, Styrofoam biasanya digunakan sebagai kemasan makanan. Memiliki nama ilmiah polistirena, styrofoam adalah kemasan terbuat dari plastik berjenis polistirena.

Dikutip dari CNN, meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyatakan penggunaan produk kemasan makanan berjenis styrofoam aman bagi kesehatan. Akan tetapi penggunaanya yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia.

Selain gangguan kesehatan, styrofoam juga dapat berdampak kepada lingkungan. Dikarenakan berbahan dasar zat polystyrene sehingga styrofoam akan sulit diuraikan.

Namun, permasalahan tersebut mendorong sekelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membuat inovasi untuk menggantikan penggunaan styrofoam. Berisi 3 orang, kelompok ini terdiri dari Gharnis Andari Putri, Nela Rifda Nur Millatina, dan Wenita Firliana. Mereka merupakan mahasiswi dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian.

Bernama Cell-Foam, styrofoam buatan mereka diklaim dapat dengan mudah terurai di alam. Merupakan kependekan dari Selulosa Foam, Cell-Foam ini dibuat dari ekstraksi selulosa dari kertas bekas dan mengubahnya menjadi ukuran nano. Nantinya styrofoam ini menggunakan limbah dari sludge kertas bekas atau bubur kertas bekas sebagai bahan pembuatannya.

Setelah melalui pengujian, Cell-Foam buatan mereka dapat diuraikan dan hancur dalam waktu 15 hari serta banyak cacing tanah yang memakannya. Berbeda dengan styrofoam pada umumnya yang masih utuh dan tidak terurai sama sekali.

Dikutip dari situs resmi Institut Pertanian Bogor, ipb.ac.id, salah satu anggota tim, Nela mengatakan terdapat sebanyak 21.769 ton/bulan untuk jumlah sampah yang berada di daerah Bandung, Jawa Barat. Dan styrofoam menjadi salah satu penyumbang sampah yang cukup besar. Maka dengan adanya penemuan ini diharapkan dapat mengurangi sampah styrofoam yang sulit terurai.

Nanoselulosa yang merupakan bahan styrofoam buatan mereka memiliki kemampuan yaitu dapat meningkatkan sifat mekanis seperti kekerasan dan daya tekan. Dan inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari Cell-Foam.

Meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut, inovasi ini telah dituangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dengan judul “Cell-Foam, Ekstraksi Nanoselulosa dari Sludge Kertas Bekas dan Aplikasinya pada Bionanokomposit Foam.”

Dengan adanya penemuan ini diharapkan masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kesadaran agar lebih peduli sampah styrofoam. Dengan langkah kecil seperti mulai mengurangi pemakaian styrofoam, sehingga dapat meminimalisir dampak buruk yang terjadi terhadap lingkungan akan tumpukan sampah yang sulit terurai


Sumber: CNN, ipb.ac.id

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jamu tradisional Sebelummnya

Jamu tradisional

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan,  I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project Selanjutnya

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan, I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.