Nostalgia 5 Permainan Tradisional Waktu Kecil

Nostalgia 5 Permainan Tradisional Waktu Kecil
info gambar utama

Di era milenial saat ini, smartphone merupakan benda penting yang mengisi kehidupan sehari-hari, bahkan semua usia memiliki smartphone mulai dari anak-anak, remaja, dewasa. Sehingga membuat anak belum cukup umur menkonsumsi informasi yang tidak seharusnya di dapatkan pada saat usia muda. Dan anak-anak generasi milenial lebih asyik bermain game dan menonton video di smartphone.

Beda halnya dengan anak-anak yang lahir pada tahun 80-90an mereka lebih aktif bermain Bersama teman-temannya. Permainan yang sering di mainkan adalah petak umpet, lompat tali, dan lain-lain. Inilah lima permainan yang bikin generasi 80-90an nostalgia saat menginggatnya.

  1. Jumpritan atau Petak Umpet

Jumpritan (©mainantradisionalindonesia)

Jumpritan kata ini sering terdengar ketika bermain petak umpet, permainan ini biasanya dimainkan oleh banyak anak-anak yang ikut bermain, permainan ini dilakukan dengan satu orang yang menjaga pos anak-anak lain yang bersembunyi, penjaga pos harus mencari teman-temannya yang bersembunyi dan berlari ke pos sembari mengucap “Jumprit”, keberhasilan permainan ini apabila pemain yang bersembunyi bisa menyentuh pos tanpa di dahului oleh penjaga pos.

  1. Bentengan

Bentengan (©budayajawa)

Bentengan ini merupakan permainan tim, permainan ini adalah menjaga benteng dan menyentuh benteng lawan permainan ini dapat dimenangkan jika sekutu atau lawan dapat menyentuh benteng musuh. Pasukan sekutu harus menjaga diri agar tidak disentuh oleh lawan karena jika berhasil di sentuh akan menjadi tawanan lawan. Kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan untuk memenangkan game ini.

  1. Lompat Tali

Lompat Tali (©nyonyabesar)

Permainan ini kebanyakan yang bermain adalah anak-anak perempuan. Tapi tidak jarang juga anak laki-laki juga terlihat bermain, tali pada lompat tali biasanya dibuat dengan menggunakan karet yang dijadikan satu. Cara bermain permainan ini cukup mudah hanya perlu melompat tali yang di atur ketinggian sesuai dengan keberhasilan, jika berhasil semakin tinggi rintangannya. Variasi bermain tali ini ada yang lain seperti berramai-ramai melompat tali yang diputar oleh dua orang. Jika tali tersebut tersentuh oleh pemain maka akan bergantian memegang tali tersebut.

  1. Kelereng

(©windowsnesia)

Setiap anak cowok pasti pernah bermain kelereng. Bentuknya seperti kaca bening dan permainan ini sangat mudah hanya menyentil kelereng yang kita punya dan harus mengenai kelereng lawan. Jika kelereng kita dapat mengenai lawan maka kelereng lawan berhak menjadi kelereng kita. Permainan ini banyak versi peraturannya sesuai dengan daerah masing-masing namun memiliki inti yang sama yaitu mengenai kelereng lawan.

  1. Engklek

(©antarafoto)

Permainan ini membutuhkan kekuatan kaki dan konsentrasi, permainan ini dapat dimainkan oleh 2 sampai 5 orang yang bergantian. Cara bermainnya dengan menggambar sembilan kotak-kotak dilator. Kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung dengan tiga kotak vertical, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Bermodalkan sebuah gacoan (biasanya dari batu atau pecahan genteng), pemain harus loncat dari satu kotak ke kotak lainnya dengan satu kaki yang jadi tumpuannya, kemudian ia harus mengambil gacoan dengan cara jongkok dan menghadap ke belakang tanpa harus menyentuh garis.

Itulah permainan-permainan anak generasi 80-90an yang bikin kamu senyum sendiri ketika mengingat-ingatnya.


Sumber:idntimes.hipwee.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini