Di Daerah Ini, Sebelum Disembelih Kambingnya Digendong Berkeliling Desa

Di Daerah Ini, Sebelum Disembelih Kambingnya Digendong Berkeliling Desa
info gambar utama

Di Negeri Tulehu, Maluku Tengah setiap perayaan Idul Adha diadakan tradisi Kaul Negeri dan Abda'u dimana ribuan warga akan memenuhi Negeri Tulehu untuk menyaksikan prosesi tradisi tersebut.

Warga dari berbagai lokasi di Ambon maupun desa-desa di Maluku Tengah, termasuk wisatawan mancanegara telah berada di Negeri Tulehu sejak pagi untuk menyaksikan prosesi tradisi adat yang rutin digelar warga desa tersebut pada hari raya kurban setiap tahun.

Abda'u dan Kaul Negeri merupakan tradisi adat puncak dari serangkaian parade budaya yang dilakukan masyarakat Negeri Tulehu bersama warga dari beberapa desa lainnya.

Tiga kambing utama yang digendong berkeliling desa | Sumber: Saliha
info gambar

Menurut warga Tulehu tradisi adat Abda'u dan Kaul Negeri yang dilaksanakan seusai warga melaksanakan Salat Idul Adha, sudah ratusan tahun lalu, yakni setelah terbentuknya pemerintahan otonom yang bersyariat islam sekitar 1600 Masehi.

Atraksi Kaul Kurban atau penyembelihan kurban ternak merupakan sebuah prosesi ritual dan sakral yang terinspirasi dari Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail. Daging kurban ternak dibagikan kepada fakir miskin dan atau mereka yang menerimanya sesuai dengan hukum syariat Islam.

Penyembelihan hewan kurban di Tulehu dilakukan dua kali yakni untuk umum setelah selesai salat Id. Sedangkan penyembelihan secara khusus terdiri dari seekor kambing inti dan dua kambing pendamping.

Sebelum disembelih, tiga kambing tersebut digendong dengan kain oleh pemuka adat dan agama untuk diarak keliling Negeri dan diiringi alunan dzikir dan salawat ke Nabi Muhammad SAW, menuju pelataran Masjid Negeri Tulehu untuk dilakukan penyembelihan selepas Ashar dan merupakan Kaul Negeri untuk menolak bala, serta memohon perlindungan Allah bagi Negeri Tulehu dan masyarakatnya.

Ilustrasi kambing qurban | Sumber: Arrahmah.com
info gambar

Penyembelihan dilakukan di pelataran Masjid Raya Negeri Tulehu oleh imam mesjid, maka dari atas pelataran Masjid sejumlah ibu-ibu mulai menebar bunga rampai yang harum baunya, sedangkan darahnya kemudian diperebutkan oleh para pemuda peserta adat Abda'u, sebagai simbolisasi pemuda Tulehu siap dan rela berkorban demi menegakkan kebenaran.

Abdau diselenggarakan secara rutin setiap Idul Adha karena merupakan refleksi nilai sejarah yang terinspirasi dari sikap pemuda Ansar dengan gagah dan gembira menyambut hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa itulah yang mengawali penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia.

Abda'u bermakna anak-anak negeri Tulehu basudara (bersaudara). Anak-anak negeri yang melakukan Abdau saling senggol-senggolan, bahu membahu memperebutkan bendera, tetapi hal itu dimaknai untuk mempererat hubungan persaudaraan antarpemuda.

Selain Abda'u dan kaul Negeri juga dilakukan parade budaya lain dalam memeriahkan Idul Adha sehingga negeri Tulehu selalu dilindungi Allah.



Sumber: Beritasatu

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini