Tradisi Unik Saat Idul Adha Dari Berbagai Negara

Tradisi Unik Saat Idul Adha Dari Berbagai Negara
info gambar utama

Hari ini (22/08/18) umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha yang menjadi puncak dari kegiatan ibadah Haji di Arab Saudi. Momen yang penuh dengan makna ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Muslim dari seluruh dunia. Tidak hanya kembali bertemu bulan penuh berkah tapi juga ada rutinitas penyembelihan hewan Qurban.

Di Indonesia, Idul Adha menjadi saat di mana daging dari hewan qurban dibagikan kepada penduduk dan mereka yang membutuhkan. Setelah itu, disantap bersama keluarga. Berbeda lagi dengan tradisi di Maroko, di sana ada libur 3 hari yaitu sebelum, saat dan sesudah Idul Adha. Seru ya? Simak tradisi unik saat idul adha dari berbagai negara lainnya yuk!

1. China – Umat Muslim Rayakan Idul Adha 4 Hari Penuh

China memang bukan negara Islam, tapi bukan berarti di sana perayaan Idul Adha tidak semeriah di negara lain. Jika di Indonesia ramainya Idul Adha adalah saat malam takbiran dan hari H, maka di China serunya berlangsung hingga 4 hari lho! Apa saja aktivitasnya ya?

Umat Muslim di Cina | Sumber: Boombastis
info gambar

Mereka melakukan tadarus (membaca) Al Qur’an, melantunkan puji-pujian dan juga berkumpul dengan sesama Muslim lainnya. Selama 4 hari ini, umat Muslim di China juga bertukar bingkisan serta memasak untuk buka puasa arafah dan dimakan bersama-sama, seperti sebuah pesta kecil yang hangat. Seru dan menyenangkan sekali ya?

2. Bangladesh – Mudik Hingga Berdesakan Untuk Berkumpul Dengan Keluarga

Anda akan merindukan suasana mudik saat Idul Fitri dan mudik ke kampung halaman masing-masing. Berbeda dengan di Bangladesh, justru tradisi mudik dilakukan saat Idul Adha. Tidak tanggung-tanggung, semua stasiun, terminal dan tempat untuk naik dan turun alat transportasi dipenuhi oleh masyarakat yang ingin segera pulang ke kampung halamannya. Mereka rela berdesakan bahkan sampai naik ke atas gerbong kereta.

Ramainya kereta di Bangladesh | Sumber: Boombastis
info gambar

Ini dilakukan karena menurut masyarakat Muslim di Bangladesh, karena Idul Adha membawa banyak sekali kebahagiaan dan berkah bagi umat Muslim. Tidak hanya itu, dalam penyembelihan hewan qurban juga tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang serta hewan harus benar-benar sehat serta dewasa.

3. Pakistan – Khidmatnya Idul Adha, Lebih Syahdu Dari Idul Fitri

Pakistan bisa dibilang sebagai salah satu negara Islam yang begitu menjunjung tinggi berbagai hari raya di dalam Islam. Saat Idul Adha, umat Muslim di Pakistan benar-benar tidak ingin kehilangan ‘momen’. Mereka memilih menutup toko, Pemerintah meliburkan pegawainya selama 4 hari agar bisa puasa arafah dan merayakan Idul Adha dengan khidmat.

Masjid Badshahi, peninggalan kerajaan Mughal di Pakistan | Sumber: Hidayatullah.com
info gambar

Bisa dibilang perayaan Idul Adha di Pakistan jauh lebih syahdu dan berarti daripada Idul Fitri. Mungkin karena di Pakistan sama seperti negara Arab lain, tradisinya adalah tidak terlalu merayakan Idul Fitri secara meriah.

4. Indonesia – Apitan

Tradisi Apitan adalah tradisi yang rutin dilakukan kelurahan Sampangan, Semarang untuk menyambut datangnya Idul Adha. Tradisi ini merupakan wujud ungkapan syukur kepada sang pencipta atas limpahan rejeki.

Gunungan Apitan | Sumber: Vyatra
info gambar

Kegiatan dari tradisi Apitan adalah membawa arak-arakan Gunungan berhias janur ini diantaranya terbuat dari tumpukan padi, cabe, terong, jagung, tomat dan lainnya.

5. Maroko – Memaksimalkan Ibadah Dan Libur Total 3 Hari

Beberapa hari sebelum Idul Adha, ada puasa arafah. Pahala dari ibadah ini luar biasa besarnya, hingga sayang sekali untuk dilewatkan. Umat Muslim di Maroko libur dari pekerjaannya dan kota-kota seperti sepi dan senyap. Ke manakah para warganya?

Masjid Hassan II Maroko | Sumber: i-cias.com
info gambar

Mereka membanjiri masjid, menghabiskan waktu untuk ibadah dan mengaji. Selain itu, Umat Muslim juga bersiap untuk menyembelih hewan qurban dan membagikannya pada kaum yang membutuhkan. Semuanya fokus untuk beribadah dalam momen yang penuh berkah ini.


Sumber: Boombastis | Vyatra

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini