Kapan Indonesia Siap Meluncurkan Koneksi 5G?

Kapan Indonesia Siap Meluncurkan Koneksi 5G?

Ilustrasi © youtube.com

Beberapa saat sebelum pembukaan Asian Games 2018, sebuah mobil mungkil yang lalu lalang tanpa...sopir. Mobil merah tersebut ternyata adalah milik Telkomsel yang diluncurkan untuk memperkenalkan jaringan 5G di Indonesia . Tidak hanya pamer, bus tanpa sopir bermerek Navya ini juga bisa dicoba pengunjung pesta olahraga terbesar di Asia tersebut di sekitaran area Telkomsel 5G Experience Center di Zona 2, GBK, Senayan, Jakarta Pusat.

Bus yang dibawa oleh Telkomsel, dan bekerjasa dengan ST Engineering dari Singapura ini memang dijejali teknologi canggih. kombinasi antara teknologi Lidar (Light Detection and Ranging), AI (Artificial Intelligent) dan tentunya teknologi 5G.

Bus Nirsopir Telkomsel | Foto: Arief A/Liputan6.com
Bus Nirsopir Telkomsel | Foto: Arief A/Liputan6.com

"Jadi, bus ini bisa jalan sendiri dan kami menyediakan BTS 5G juga untuk kebutuhan data streaming. Selama mobil dijalankan, memang ada transfer data juga," jelas Indra Mardiatna, Vice President Technology & system Telkomsel. Lanjut Indra, untuk teknologi 5G ini untuk kendaraan autonomous masuk ke dalam konsep vehicle-to-x. Artinya, sistem transportasi cerdas yang dapat mengatur lalu lintas, dan memastikan perjalanan menjadi aman di masa depan.

Jadi, apakah benar Indonesia sedang bersiap menyongsong teknologi 5G?

Pada pertengahan Agustus lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, dan XL menggelar uji layanan 5G bersama di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Dalam kawasan wisata ini, pengunjung bisa merasakan uji coba langsung kecepatan internet 5G hingga 1Gbps. CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkapkan dengan kecepatan 5G dan kapasitas yang lebih besar, pengguna bisa melakukan hal-hal yang bersifat otomatisasi. Jika kecepatan 4G Indonesia saat ini ada di kisaran angka 4-12 Mbps, berarti layanan 5G yang diklaim XL bisa 10 kali lebih cepat dari rata-rata kecepatan internet yang kita nikmati saat ini.

Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G ini menggunakan frekuensi khusus yaitu 28 Ghz. Sementara itu untuk WiGig menggunakann frekuensi 60Ghz.

Selain itu untuk 5G juga dipergunakan perangkat end-to-end radio dan core yang terhubung ke perangkat pengguna.

Sedangkan untuk sistem WiGig juga menggunakan end-to-end system yang terhubung ke perangkat home unit sehingga masyarakat umum di kota tua bisa menikmati layanan internet cepat secara gratis.

Sekilas Teknologi 5G | Krazytech
Sekilas Teknologi 5G | Krazytech



Sementara untuk layanan umum, uji coba 5G akan meliputi beberapa implementasi seperti demo pengelolaan sampah dan pengelolaan kebersihan lingkungan.

Standar untuk kecepatan 5G sendiri belum ditetapkan oleh ITU. Dari sumber yang dikumpulkan CNNIndonesia, setiap perusahaan pembuat perangkat telekomunikasi mengklaim kecepatan 5G yang berbeda, tapi kecepatan 5G yang bisa mereka sediakan berkisar antara 3,6-20 Gbps

Meski begitu, baik Telkomsel maupun XL Axiata belum bisa memastikan kapan tepatnya 5G bisa dilakukan secara komersial. Pasalnya, ada beberapa kendala ketika menggelar 5G untuk komersil.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan berbagai hal telah dia siapkan untuk melakukan uji coba 5G. Salah satunya dengan persiapan frekuensi.

"Sekarang tinggal tergantung model bisnis. Kalau bicara 4G kan pendekatannya ke seluler. Bagaimana arahnya, mau menyasar korporasi atau konsumer," jelasnya, Senin (20/8) di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Rudiantara menegaskan bisnis model 5G memang harus dibicarakan bersama-sama dengan industri. Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknologi 5G Yessie D Yosetya mengungkapkan terkait model bisnis memang ada beberapa kemungkinan.

"Bisa jadi tidak lagi bermain di GB. Ada model bisnis baru. Seperti sensor pada smartbin tidak mungkin memberikan harga per titik," jelasnya.

Namun, dia menegaskan ekosistem harus siap terlebih dahulu. Yessie pun melihat dari sisi implementasi 5G tidak akan digelar nation wide layaknya 4G tetapi hanya di kawasan tertentu.

Saat ini, pemerintah sendiri telah meminjamkan frekuensi 2,8Ghz kepada operator untuk melakukan uji coba 5G.

Jadi, kapan?

Sumber : Kompas.com | tribunnews.com | CNN Indonesia | Liputan 6

Pilih BanggaBangga46%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau38%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahasiswa Teknik UB Ciptakan Material Penyimpan Energi Berskala Besar Sebelummnya

Mahasiswa Teknik UB Ciptakan Material Penyimpan Energi Berskala Besar

Warganet Siap Lawan Hoax Sampai Akarnya Guna Mewujudkan Pembangunan Indonesia! Selanjutnya

Warganet Siap Lawan Hoax Sampai Akarnya Guna Mewujudkan Pembangunan Indonesia!

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.