Mengenal Pohon Kemenyan, Asli Indonesia

Mengenal Pohon Kemenyan,  Asli Indonesia

Ilustrasi kemenyan © viva.co.id

Pohon kemenyan adalah pohon penghasil getah kemenyan. Pohon kemenyan merupakan salah satu pohon asli Indonesia. Tumbuhan ini tersebar alami di pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Resin (getah kemenyan) yang dihasilkan dari tanaman ini telah diperdagangkan sejak 5.000 tahun silam. Bersama dengan barus, kemenyan telah menjadi komoditi andalan nusantara sejak beratus tahun silam. Getah kemenyan yang diperdagangkan untuk kebutuhan mistik, medis, hingga kosmetik ini dihasilkan oleh tanaman dari famili Styracaceae genus Styrax. Terdapat beberapa tanaman dari genus Styrax yang menghasilkan getah kemenyan. Namun yang paling dikenal diantaranya adalah Styrax benzoin Dryand, Styrax paralleloneurum Perkins, danStyrax tonkinensis (Pierre) Craib ex Hartwich.

Styrax paralleloneurum | wikimedia
Styrax paralleloneurum | wikimedia

Di Indonesia biasanya disebut sebagai Kemenyan Durame (Styrax Benzoine), Kemenyan Bulu (Styrax Benzoine var. hiliferum), Kemenyan Toba (Styrax paralleloneurum), dan Kemenyan Siam (Styrax Tokinensis). Styrax benzoin memiliki beberapa nama sinonim seperti Benzoin officinale Hayne; Benzoina vera Rafin.; Cyrta dealbata Miers;Lithocarpus benzoin Royle; Plagiospermum benzoin Pierre; Styrax benjuifer Stokes; danStyrax dealbata Gürke, dengan subspesies Styrax Benzoine var. hiliferum. Kemenyan Toba (Styrax paralleloneurum) bersinonim dengan Styrax sumatranusJ.J.Smith.

Benzoin (Resin) | Wikimedia
Benzoin (Resin) | Wikimedia

Sedangkan Kemenyan Siam (Styrax Tokinensis) bersinonim dengan Anthostyrax tonkinensis Pierre; Styrax hypoglaucus Perkins; Styrax macrothyrsus Perkins; dan Styrax subniveus Merr. & Chun. Jenis-jenis kemenyan ini selain dikenal sebagai Kemenyan Durame, Kemenyan Bulu, Kemenyan Toba, juga dikenal sebagai Kemenyan Jawa dan Kemenyan Sumatera.

Batang dan Getah Kemenyan Durame (Styrax Benzoine)

Jenis Kemenyan Durame merupakan tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Jawa, Sumatera, dan Bangka Belitung, Pun tersebar di Malaysia, Vietnam, Laos, dan Thailand. Kemenyan Bulu dan Kemenyan Toba tumbuh di Sumatera dan Malaysia. Pohon Kemenyan tumbuh cukup besar. Tingginya bisa mencapai 24-40 meter. Diameter batangnya mampu mencapai 60-100 cm.

Batangnya lurus dan hanya memiliki sedikit percabangan. Kulit pohon beralur namun tidak dalam dengan warna kulit merah anggur. Sedangkan kayu gupal Kemenyan berwarna putih. Daun Kemenyan tunggal dan tersusun spiral. Daun berbentuk oval membulat hingga memanjang, berukuran panjang 4-15 cm dengan lebar 5-7,5 cm. Permukaan bawah daun berwarna putih sampai abu-abu, agak mengkilap. Warna daun jenis Kemenyan Toba lebih gelap kecoklatan dan lebih tebal dibandingkan jenis Kemenyan Durame. Bunga majemuk, berbentuk tandan (malai), bertangkai panjang, memiliki 9-12 helai daun mahkota bunga. Bunga muncul pada ujung atau ketiak daun. Bunga Berbunga sekali dalam tahun, antara bulan November hingga Januari. Buahnya gepeng lonjong berukuran 2,5-3 cm dengan berwarna coklat keputihan.

Manfaat tanaman Kemenyan yang telah dikenal sejak rbuan tahun silam adalah resin atau getahnya. Getah Kemenyan ini telah digunakan sebagai bahan obat sejak abad ke-14. Getah ini mengandung asam sinamat, asam benzoate, styrol, styracin, vanillin, coniferil sinamat, coniferil benzoate dan suatu resin yang mengandung benzoresinol dan sumaresinotannol.

Resin atau getah Kemenyan digunakan juga sebagai perlengkapan ritual-ritual tradisional, yakni sebagai dupa, sesajen, dan campuran rokok. Kemenyan juga dimanfaatkan sebagai aroma parfum, aroma terapi, bahan pengawet, dan bahan campuran kosmetik. Selain dihasilkan oleh getah pohon dari genus Styrax, kemenyan juga menjadi sebutan bagi getah sejenis yang dihasilkan oleh pohon dari famili Burseraceae, utamanya anggota genus Boswellia. Kemenyan jenis ini biasanya disebut Kemenyan Arab.

Klasifikasi Ilmiah Kemenyan: Kerajaan: Plantae. Filum: Tracheophyta. Kelas: Magnoliopsida. Ordo: Ericales. Famili: Styracaceae. Genus: Styrax.

Alamendah.org

Pilih BanggaBangga42%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi21%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ini Sepeda Anak Bangsa yang Mendunia Sebelummnya

Ini Sepeda Anak Bangsa yang Mendunia

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.