Bank Sentral di Asia Tenggara Kini Jangkau Stakeholder Dengan Cara Baru

Bank Sentral di Asia Tenggara Kini Jangkau Stakeholder Dengan Cara Baru
info gambar utama

Sebagaimana frame ekonomi kini menjadi lebih intens, pelaku Bank Sentral di Asia Tenggara kini mulai merambah Facebook dan YouTube untuk menyebarkan pesannya ke seluruh bagian negeri.

Bank of Thailand merupakan Bank Sentral terakhir yang mengadopsi live video-streaming dari peraturannya pada Agustus, tiga bulan setelah Bank Sentral Filipina melakukan hal yang sama.

Bank Indonesia, yang memiliki jumlah Twitter lebih banyak daripada Bank Sentral Amerika, The Fed, baru-baru ini menyebarkan peraturan kebijakannya setiap bulan.

Sumber: Bloomberg
info gambar

"Komunikasi ditingkatkan karena Gubernur Perry percaya bahwa transparansi dan komunikasi merupakan bagian penting dari setiap Bank Sentral untuk menguatkan kredibilitas peraturannya," ucap Agusman, juru bicara Bank Indonesia.

"Target utama penonton live-streaming merupakan pemain pasar, bank-bank komersil, akademisi, pelaku ekonomi, yang membutuhkan informasi lebih detail secara langsung dari Bank Sentral," ucapnya.

"Namun saat dilakukan, para siswa-mahasiswa, masyarakat muda, dan warganet yang secara umum ingin mempelajarinya juga turut menonton live-streaming."

Pelaku Bank Sentral menggunakan sosial media untuk menjaga kepercayaan pasar dan untuk membantu sebagai alat penyampai kebijakan peraturan yang dibuat secara langsung dari masing-masing individu yang merasakan pahitnya kekacauan mata uang dan kenaikan harga yang sedang dialami.

YouTube channel Bank Indonesia | Sumber: YouTube
info gambar

Dari lima Bank Sentral di Asia Tenggara, -- Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia -- hanya Bank of Thailand yang belum memperketat peraturannya setidaknya pada tahun ini.

"Penyampaian pesan telah menjadi sangat lebih jelas, kuat, dan utamanya diikuti," ucap Priyanka Kishore selaku Kepala Ekonom India dan Asia Tenggara di Oxford Economics Ltd. di Singapura.

"Bagian dari Bank Sentral adalah edukasi," untuk konsumsi publik, sedang untuk pasar, yang diperlukan adalah memberikan kisi-kisi dan mempengaruhi keputusan dari analis.

Malaysia dan Singapura saat ini masih berada di posisi penyebaran pernyataan mengenai peraturan kebijakannya, namun yang lainnya dari 5 Bank Sentral telah menambahkan video-streaming juga.


Sumber: Seasia.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini