Resensi Novel "Pergi" Sekuel "Pulang"

Resensi Novel "Pergi" Sekuel "Pulang"
info gambar utama

Judul : Pergi
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal Buku : iv+455 halaman
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : April 2018
ISBN : 9786025734052

Sekuel dari Novel “Pulang” ini menceritakan tentang tokoh Bujang yang menjadi penerus Tauke Besar di Keluarga Tong, salah satu keluarga Shadow Economy di dunia. Semenjak dibawa dari Talang, Bujang dibesarkan menjadi laki-laki yang berpendidikan tinggi, cerdas, cekatan, ahli taktik, dan sekaligus tukang jagal nomor satu Keluarga Tong. Hingga akhir hayat Tauke Besar, Bujang yang masih tergolong muda dipilih menjadi Kepala Keluarga Tong, Tauke Besar yang baru.

Dibawah kepemimpinan Bujang, Keluarga Tong sering mengalami kesulitan serta serangan dari keluarga Shadow Economy yang lain. Masalah menjadi semakin rumit ketika ancaman justeru datang dari Master Dragon, kepala dari seluruh keluarga Shadow Economy yang seharusnya menjadi penengah di antara seluruh keluarga. Kemajuan bisnis Keluarga Tong dibawah pimpinan Bujang membuat Master Dragon cemas. Master Dragon menganggap bahwa Keluarga Tong akan menjadi ancaman atas kedudukannya sebagai kepala dari seluruh keluarga Shadow Economy.

Perjalanan cerita semakin seru ketika perlawanan serta serangan demi serangan dilancarkan Mater Dragon demi menghancurkan pertahanan Keluarga Tong. Alur kisah diceritakan secara detail sehingga kita bisa merasakan suasana tegang peperangan yang terjadi antar keluarga Shadow Economy tersebut.

Sepanjang perjalanan Bujang mengurus permasalahan dengan Master Dragon, Bujang dikejutkan dengan kedatangan seorang pemuda misterius yang diperkirakan usianya tidak terpaut jauh darinya. Pemuda itu mengetahui nama aseli Bujang. Agam, nama asli pemberian orang tuanya yang ketika ia memutuskan pergi dari Talang, sedikit sekali yang mengetahui nama aselinya itu. Pemuda tersebut juga memanggil Bujang dengan sebutan “Hermanito” yang artinya “my little brother”.

Novel ini, selain menceritakan tentang pertarungan sengit antar keluarga Shadow Economy, juga menceritakan tentang perjalanan panjang Bujang membongkar masa lalu almarhum ayahnya yang rumit. Ayahnya yang ia kenal selama hidupnya memiliki perangai yang buruk, sering memarahi dan memukulinya. Bujang menyusuri tiap jejak kehidupan ayahnya yang juga pernah menjadi tukang jagal nomor satu, sama sepertinya. Bujang menyatukan tiap potongan-potongan kisah ayahnya yang sudah lama tertinggal melalui berbagai bantuan. Dari mulai cerita Tuanku Imam hingga potongan surat-surat yang puluhan tahun mendiami kotak surat di halaman bekas rumah ayahnya.

Di akhir cerita, semua rahasia ayahnya terkuak dan kemenangan ada di tangan Keluarga Tong. Tetapi Bujang, tidak sedikitpun memutuskan Keluarga Tong akan mengambil alih kekuasaan keluarga Shadow Economy lainnya. Rahasia besar ayahnya, nasihat-nasihat ibunya dan Tuanku Imam selama ini yang membuat sebuah pertanyaan selalu terngiang di kepalanya. Sebuah pertanyaan tentang pergi.

Karena saat seluruh kemenangan, kejayaan dan jabatan bisa didapatkan melalui pertarungan panjang dan melelahkan, menumpahkan banyak darah dan menghalalkan segala cara, ternyata tidak juga bisa menjawab sebuah pertanyaan sederhana milik Bujang. Sebuah pertanyaan kemanakah ia akan melangkah pergi?

Perjalanan panjang dan potongan masa lalu memahamkan Bujang. Ia akhirnya mengerti makna Pergi yang sesungguhnya. Pemahaman itulah yang akhirnya membuat Bujang mengambil keputusan untuk melepas tahtanya sebagai Tauke Besar, keluar dari Keluarga Tong dan melepas diri dari seluruh putaran hitam keluarga Shadow Economy. Bujang menyerahkan jabatannya kepada Basyir yang telah membanu menyelamatkan markas dari serangan Master Dragon.

Apakah memang langit ada batasnya? Ternyata tidak juga. Karena segala sesuatu pasti akan ada akhirnya. Apakah aku benar-benar bahagia dengan pilihan hidupku? Apakah aku benar-benar bangga dengan seluruh yang pernah aku lakukan? Akan berakhir di halte mana perjalanan hidupku? (Halaman 388)

Novel ini memiliki alur maju dengan segala rahasia serta kejutan-kejutan yang sulit ditebak oleh pembaca. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan menggunakan beberapa kosa kata bahasa asing yang menjadi pengetahuan baru bagi pembaca. Alur kisahnya begitu dalam, tentang menemukan tujuan dari hidup.

Selamat membaca,

Selamat menemukan tujuan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini