Daripada Melamun, yuk Cari Tahu Tentang Spesies Lamun!

Daripada Melamun, yuk Cari Tahu Tentang Spesies Lamun!
info gambar utama

Alam dan lautan Indonesia tetap terbukti merupakan salah satu yang terkaya. Letak geografis Indonesia yang strategis dan menyilang dengan benua-benua serta samudera-samudera, serta secara astronomis tergolong sesuai untuk kebanyakan makhluk hidup baik dari segi suhu, cuaca dan lingkungan sekitar, membuat banyak spesies dapat tinggal.

Mulai dari spesies satwa mau pun flora, baik yang hidup di darat, pesisir, pegunungan, rawa bahkan beragam perairan semuanya banyak terdapat di bumi Indonesia.

Tumbuhan berakar, berbatang dan berdaun yang hidup di laut? Ada! Biasanya disebut Lamun atau seagrass.

Di Indonesia sendiri, terdapat 12 spesies dari total 60 spesies Lamun di dunia!

Bedanya dengan rumput laut yang disebut seaweed adalah, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun sejati, sedangkan lamun atau seagrass punya dan tidak diragukan lagi bentuk akar, batang dan daunnya. Malah, satu-satunya di lautan!

Bahkan, lamun ini merupakan tumbuhan berbunga juga, loh, karena menghasilkan biji! Lamun berhabitat di perairan dangkal dan dapat beradaptasi di perairan asin. Hal tersebut yang membuat lamun dapat berfotosintesis.

Spesifikasi habitatnya adalah berada di antara hutan bakau dan terumbu karang, dengan substrat berlumpur dan berpasir. Nah, kalau kalian jalan-jalan ke perairan, khususnya di daerah Indo-Pasifik, bisa dicek, nih!

Dengan produktivitasnya yang tinggi, populasi lamun yang banyak yang dikenal dengan sebutan padang lamun atau seagrass bed menjadi ekosistem banyak biota laut seperti ikan-ikan, hewan laut lunak dan hewan laut bercangkang. Juga biota-biota laut kecil lainnya.

Tapi, bagaimana cara penyerbukannya, ya? Lamun, 'kan, tinggal di air. Nah, unik juga nih. Lamun bereproduksi dengan dua metode, yaitu generatif atau seksual, dan vegatatif atau aseksual.

Secara generatif, lamun akan mengeluarkan serbuk polen dengan bantuan pergerakan air! Lalu secara vegatatif, lamun akan berkembang biak membentuk tunas melalui akar tumpang atau rhizomanya. Wah, nanti bisa berkali-kali lipat, ya, jumlahnya!

Namun menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), vegetasi padang lamun yang baik hanya 5%, yang salah satunya terdapat di Biak, Papua. Sedangkan diwilayah lain, total daerah tutupan padang lamun di masing-masing perairan tidak sampai 40%, yang berarti ekosistem lamun ini juga sudah mulai berkurang.

Penurunan ini juga disebabkan oleh campur tangan manusia. Misalnya pada reklamasi pantai yang tentunya merusak ekosistem perairan dangkal. Selain itu, dampak pemukiman dan aktivitas perikanan yang tidak bertanggungjawab juga menjadi faktor biota laut ini menurun jumlahnya.

Cara termudah untuk tetap melestarikan lamun adalah dengan turut serta menolak segala kegiatan di perairan dangkal akan mengotori lingkungan perairan.

Selain itu, hindari membuang sampah sembarangan ketika berkunjung ke perairan dan pesisir.

Nah, sudah tahu, 'kan, apa itu Lamun dan kondisinya di Indonesia? Saatnya bagi kamu untuk menyebarkan informasi ini!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini