Di Kota Sejarah Atlet Disabilitas Indonesia Kirab Obor APG Dimulai

Di Kota Sejarah Atlet Disabilitas Indonesia Kirab Obor APG Dimulai
info gambar utama

Kirab obor Asian Para Games 2018 dimulai hari ini, Rabu (5/9/2018).

Inapgoc (Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018) mengambil api abadi di Mrapen yang menandakan dimulainya perjalanan pawai obor Asian Para Games 2018.

"Rangkaian pertama pelaksanaan Asian Para Games 2018 akan berlangsung," ucap Raja Sapta Oktohari, Presiden Inapgoc.

Presiden Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, membawa obor dan lentera yang akan digunakan untuk kirab obor Asian Para Games 2018 yang ditemani dengan Presiden NPC Senny Marbun di Hotel Best Western, Solo, Selasa (4/8/2018).(BOLASPORT.com/Aprelia Wulansari) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Presiden Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, membawa obor dan lentera yang akan digunakan untuk kirab obor Asian Para Games 2018 yang ditemani dengan Presiden NPC Senny Marbun di Hotel Best Western, Solo, Selasa (4/8/2018) | Foto: BOLASPORT.com / Aprelia Wulansari

Api akan dibawa dengan menggunakan lentera yang akan digunakan untuk menyulut api di obor yang akan digunakan di kirab obor.

Solo menjadi kota pertama yang memulai gelaran pawai obor Asian Para Games 2018. Solo disebut sebagai kota sejarah bagi para atlet disablitas di Indonesia.

Divisi Ceremonies Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Ageng Nugroho menyebut api abadi diambil dari Mrapen Jawa Tengah, Rabu (5/9) yang kemudian dibawa menuju Solo menggunakan lentera.

"Obor ini motif batik parang, sebagai identitas budaya Indonesia selaku tuan rumah. Di obor tersebut juga ada logo Asian Para Games, ada kunci obornya juga, jadi apinya tidak selalu statis tapi bisa diukur besar kecilnya," kata Ageng.

Di obor tersebut juga terdapat tiga cincin yang menandakan kecepatan, kekuatan dan prestasi yang lebih tinggi. Huruf braille juga menjadi bagian dari obor seberat 1,9kg itu untuk mempermudah para atlet tunanetra yang akan membawa obor.

"Dari Mrapen dibawa ke kantor NPC (National Palaympic Committee), lalu dipindahtangankan ke Ketua INAPGOC menggunakan kereta kuda empat rangkaian dibawa sejauh 5,4km dengan 10 titik pos sebelum tiba di Balaikota Solo," ucap Ageng.

"Rencananya lentera akan diinapkan di Solo. Selanjutnya lentera akan dibawa ke Ternate untuk dinyalakan pada obor di sana," tambahnya.

Selepas dari Solo, obor akan dibawa ke Ternate untuk kembali digelar pawai bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Kamis (6/9). Kemudian di lanjutkan ke Maksassar (12/9), Bali (16/9), Pontianak (19/9), Medan (23/9), Pangkal Pinang (26/9) dan berakhir di Jakarta (30/9).

Sumber: CNN Indonesia | Detik | Kompas

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini