Eksistensi Organisasi Ekstra Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang

Eksistensi Organisasi Ekstra Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang

Gari Ramadani

Palembang, PemudaInspirasi - “Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK/ORMEK)” sebenarnya tidak memiliki definisi yang pasti. Secara yuridis, pemerintah hanya mengatur mengenai organisasi intra kampus melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Berdasarkan peraturan tersebut, organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Keputusan tersebut mengatur bahwa kedudukan organisasi intra ini merupakan kelengkapan non-struktural pada organisasi perguruan tinggi yang bersangkutan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa definisi OMEK adalah organisasi mahasiswa yang bukan merupakan kelengkapan non-struktural pada organisasi perguruan tinggi. Sebagai organisasi mahasiswa, baik intra maupun ekstra merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa, sehingga yang membedakan keduanya hanyalah kedudukannya dalam organisasi perguruan tinggi yang bersangkutan.

ORGANISASI 'pergerakan' merupakan salah satu sendi kekuatan mahasiswa. Beberapa OMEK yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, HMI, PMII, PMKRI, GMNI, GMKI atau pun organisasi eksternal kampus lainnya.

Pelarangan OMEK?
Pelarangan OMEK untuk masuk dalam kehidupan kampus secara langsung justru menjadi pertanyaan, karena justru menghambat pengembangan minat dan bakat mahasiswa, serta membatasi kebebasan untuk berserikat dalam lingkungan kampus. Padahal, eksistensi OMEK hingga saat ini justru menunjukkan bahwa organisasi intrakampus yang ada belum mampu menandingi dahsyatnya kemampuan pengkaderan OMEK. Sistem pengembangan mahasiswa yang dilakukan oleh organisasi intra tidak dapat mengalahkan sistem yang dibangun sejak dahulu oleh OMEK yang sudah dan masih ada. Alhasil, mahasiswa pun masih mencari OMEK walau telah ada banyak organisasi intra kampus yang tersedia di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Gari Ramadani Yusledi Saat ditemui Mengatakan memang tidak mudah untuk melalui semua rintangan tersebut, Saya Optimis kader HmI tetap bisa eksis di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Walaupun banyak rintangan toh nyatanya sampai hari ini kaderisasi tetap berjalan selama perkaderan tetap berjalan kami akan selalu mempunyai kader yang bisa meneruskan perjuangan kami saat ini,
Saya berharap kedepanya ada bibit-bibit kader muda yang memiliki loyalitas tinggi untuk tetap menjaga eksistensi HmI dalam ruang lingkup Universitas Muhammadiyah Palembang.
Bahkan dalam waktu dekat kami berencana melakukan perkaderan sehubungan dengan penerimaan mahasiswa baru, dari perkaderan inilah nantinya terjaring bibit kader muda yang akan meneruskan ekstapet kepemimpinan dan kepengurusan di HmI komisariat FH UMP.

Kami akan melaksanakan basic training latihan kader 1 dengan mengambil tema "terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan perannya dalam berorganisasi, serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa". maka dilaksanakan kegiatan selama 3-4 hari disekretariat Himpunan Mahasiswa Islam yang berada Di Radial Palembang, Kamis (6/9/2018).


Sumber: Pemuda Insprisai

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kenalan dengan si Elang bondol Maskot Asian Para Games 2018, yuk! Sebelummnya

Kenalan dengan si Elang bondol Maskot Asian Para Games 2018, yuk!

Karakteristik Perempuan Penulis dan Keberadaannya dalam Sastra Indonesia Selanjutnya

Karakteristik Perempuan Penulis dan Keberadaannya dalam Sastra Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.