Amphioctopus marginatus, Gurita Kelapa Yang Cerdas

Amphioctopus marginatus, Gurita Kelapa Yang Cerdas
info gambar utama

Anda pasti sudah pernah melihat hewan super pintar ini pada Piala Eropa 2008. Gurita yang bernama Paul, saat itu beberapa kalai berhasil menebak hasil pertandingan. Dan memang, lepas dari segala keajaiban si gurita paul, gurita memang mempunyai tingkat intelengensia yang tinggi, dibandingkan hewan laut lainnya. Dan kepintarannya ini tercermin dari keunikan tingkah lakunya, seperti si gurita kelapa.

Gurita kelapa, atau biasa dikenal para penyelam sebagai coconut octopus, atau bernama latin Amphioctopus marginatus,merupakan salah satu spesies gurita yang sangat unik, baik dari tingkah lakunya, maupun rumah tempat tinggalnya.

Amphioctopus marginatus di perairan Lembeh, Sulawesi Utara | Foto: Wisuda
info gambar

Gurita ini banyak ditemukan di perairan tropis, termasuk di perairan nusantara. Besar tubuhnya hanya sekitar 8 cm saja, dengan panjang tentakel sekitar 15 centimeter. Kebiasaannya berjalan dengan tentakelnya, dan bukannya berenang seperti kebanyakan spesies gurita yang lainnya, merupakan salah satu keunikan dari tingkah lakunya.

Selain berjalan, gurita kelapa juga mempunyai keunikan dalam memilih tempat tinggal. Sesuai namanya, gurita kelapa sering menggunakan batok-batok kelapa yang tenggelam di dalam laut dan cangkang-cangkang kerang sebagai rumahnya.

Ahli biologi dari Musium Victoria di Melbourne, Australia, Julian Finn mengatakan dirinya takjub dengan perilaku gurita Amphioctopus marginatus ini, karena tidak umum dilakukan oleh hewan invertebrata.

“Perilaku kompleks termasuk menggunakan perangkat tertentu, umumnya dilakukan oleh hewan vertebrata atau bertulang belakang dengan intelejensia lebih tinggi seperti manusia, kera, dan beberapa jenis burung,” katanya.

Gurita kelapa Amphioctopus marginatus bersembunyi di dasar laut dengan hanya menyisakan matanya saja | Foto: Wisuda
info gambar

Tak jarang gurita kelapa ini juga ditemukan bersembunyi di dalam pasir dan hanya menyisakan kedua matanya di luar, untuk mengawasi sekelilingnya. Ini dilakukannya, apabila tidak menemukan batok kelapa atau cangkang kerang yang bisa dipakai untuk tempat tinggalnya.

Julian mengatakan hal tersebut setelah melakukan penyelaman di Sulawesi Utara dan Bali untuk menyelam pada kurun 1998 – 2008. Dan penemuan ini telah diterbitkan di majalah Current Biology pada 2009.

Para peneliti kelautan berasumsi gurita ini memang pernah hidup dengan cangkang. berteori bahwa kemungkinan besar jenis gurita itu dulunya memang bercangkang. Tapi kemudian, kata Julian, menggunakan batok kelapa sebagai cara perlindungan yang lebih baik.

Gurita kelapa juga dikenal sebagai gurita yang sangat melindungi teritori atau wilayahnya. Apabila dia sudah merasa cocok dengan rumah yang ditemukannya ( cangkang kerang atau batok kelapa ), maka dia akan mempertahankannya mati-matian. Rumah tinggalnya itu digunakannya untuk pertahanannya dari para predatornya ataupun serangan gurita yang lainnya.

Gurita kelapa di perairan Manado, Sulawesi Utara | Foto: Wisuda
info gambar

Selain ukuran dan tingkah lakunya yang unik, gurita kelapa juga mudah dikenali dari warna kuning siphonnya ( gurita kebanyakan, siphonnya berwarna putih ).


Sumber: Diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini