Pemerintah Surabaya Berikan Rekreasi Rutin Bagi Masyarakatnya

Pemerintah Surabaya Berikan Rekreasi Rutin Bagi Masyarakatnya

© pixabay

Mlaku – Mlaku Nang Tunjungan

Acara Mlaku – Mlaku Nang Tunjungan rutin digelar tiap bulannya. Acara yang bertajuk hiburan rakyat ini diisi usaha kecil menengah di Surabaya. Beragam kreasi olahan mulai dari kudapan hingga kerajinan tersedia lengkap di event tersebut.

Acara rutin Mlaku – mlaku nang Tunjungan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Usaha Kecil Menengah se-Surabaya mendapat kesempatan untuk menjajakan produknya. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada UKM.

Selain menguntungkan bagi pelau UKM. Acara yang digelar di jalan Tunjungan ini juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Pengunjung bisa menikmati jajanan yang dijual sepanjang jalan Pahlawan dengan ditemani alunan musik dari band pengisi di atas panggung.

Band pengisi di panggung utama berasal dari Surabaya. Memainkan beragam aliran musik, alunan musiknya menyemarakkan pesta rakyat tersebut.

Disudut lain, pengunjung juga bisa menikmati musik patrol yang dibawakan beberapa kelompok patrol asal Surabaya.

Selain digunakan sebagai ajang rekreasi, acara ini juga mengandung unsur edukasi. Masyarakat semakin mengetahui perkembangan UKM di Surabaya. Makanan tradisional yang banyak dijajakan juga memberi wawasan kepada masyarakat tentang kekayaan Surabaya.

Musik di Taman

Musik di taman adalah agenda rutin dari dinas pariwisata Surabaya. Hampir setiap pekan, taman – taman yang ada di Surabaya akan dihibur oleh kelompok musik.

Beragam kelompok musik dengan aliran musik yang berbeda, bergantian menghibur pengunjung di taman – taman Surabaya. Mulai dari keroncong hingga musik pop, mereka senandungkan secara bergantian dari taman ke taman.

Pengunjung yang tengah menikmati suasana santai dimanjakan dengan alunan merdu dari musik yang dimainkan.

Pengunjung juga bisa ikut untuk bersenandung bersama kelompok musik yang tengah bermain. Tak ayal kesempatan ini dijadikan tempat untuk unjuk kebolehan.

Beberapa pengunjung mulai ikut bernyanyi dengan penyanyi dari kelompok musik yang tampil.

Musik – musik daerah yang dibawakan kelompok musik tertentu memberikan perasaan nostalgia bagi para pendengarnya.

Selain menjadi ajang rekreasi, kegiatan rutin ini juga menjadi tempat edukasi. Musik – musik seperti keroncong, campursari, karawitan yang jarang diperdengarkan mendapat tempat untuk tetap eksis. Warga Surabaya juga menjadi tahu musik – musik tradisional yang mungkin jarang diperdengarkan.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tak Terima Identitas Kotanya Memudar, Ini Aksi Nyata Arek Soeroboyo Sebelummnya

Tak Terima Identitas Kotanya Memudar, Ini Aksi Nyata Arek Soeroboyo

1001 Cerita Dari Tanah Lot Pulau Jawa Selanjutnya

1001 Cerita Dari Tanah Lot Pulau Jawa

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.