Kenalkah Anda Dengan Para Pebalap Formula 1 Asal Asia Tenggara Ini?

Kenalkah Anda Dengan Para Pebalap Formula 1 Asal Asia Tenggara Ini?

Rio Haryanto © Sumber: Inspirator freak

Setidaknya hingga 2018 ini, Asia Tenggara memiliki tiga pebalap Formula 1 yang luar biasa yang membuat kita bangga dengan keikutsertaannya di ajang balap dunia.

Melalui Seasia, informasi mengenai ketiga pebalap tersebut dibagikan kepada para pembaca.

Mulai dari anggota kerajaan dari Thailand, yang mana sejarah karirnya sangat luar biasa untuk diceritakan

Pangeran Birabongse Bhanudej Bhanubandh - THAILAND

Sumber: Panorama Auto
Sumber: Panorama Auto

Pangeran Birabongse Bhanudej Bhanubandh atau lebih dikenal dengan Pangeran Bira dari Siam (kini Thailand) atau dengan nom de coursenya B. Bira, merupakan pebalap Formula One pertama dan satu-satunya dari Thailand hingga kini.

Ia bertanding di pertandingan Formula One dan Grand Prix untuk tim Maserati, Gordini, dan Connaught, diantara yang lain. Ia juga merupakan pelaut Olimpiade star di Olimpiade Melbourne pada 1956, Star di Olimpiade Roma 1960, Dragon di Olimpiade Tokyo 1964, dan Tempest di Olimpiade Munich 1972.

Di pertandingan tahun 1960 ia bertanding melawan mantan pebalap Formula One lainnya, Roberto Mieres, yang selesai di posisi ke 17, mengungguli Pangeran Bira yang berada di posisi ke 19.

Sumber: Getty Images
Sumber: Getty Images

Birabongse merupakan satu-satunya pebalap Formula One dari Asia Tenggara hingga akhirnya pebalap asal Malaysia, Alex Yoong bergabung dengan Minardi pada tahun 2001.

Pangeran Bira bukan hanya pebalap, namun ia juga seorang pilot dari pesawat terbang berkekuatan glider. Pada tahun 1952 ia terbang dari London menuju Bangkok dengan pesawat terbang bermesin ganda Miles Gemini miliknya.

Pangeran Bira meninggal di stasiun Barons Court tube di London pada 23 Desember 1985.

Alexander Charles Yoong Loong - MALAYSIA

Sumber: Fourthofficial.com
Sumber: Fourthofficial.com

Alexander Charles Yoong Loong merupakan pebalap profesional asal Malaysia keturunan Tionghoa Han dan Inggris.

Yoong memulai karirnya di saloon cars sebelum berpindah ke Proton. Ia kemudian bertanding dengan mobil single-seater dimana ia memenangi Kejuaraan Malaysia di tahun 1995. Ia pindah ke Formula Renault di tahun 1996 dengan bantuan sponsor namun tidak selesai di urutan 10 besar.

Yoong berkonsultasi dengan ayahnya yang percaya putranya akan berhasil dalam kategori yang lebih rendah.

Yoong memutuskan untuk mengendarai Formula Three namun keluar pada tahun 1999 setelah penarikan dari sponsornya. Ia kemudian melanjutkan ke Formula 3000 dan berhasil meningkatkan kemampuannya meskipun setelah mengalami kecelakaan pada Spa-Francorchamps saat pertandingan. Yoong juga bertanding di Formula Nippon yang juga sayangnya belum membawa keberuntungan.

Sumber: SPORTS247.MY
Sumber: SPORTS247.MY

Yoong menjadi warga Malaysia pertama yang bertanding di Formula One dengan Minardi di Italian Grand Prix 2001 dan meninggalkan olahraga tersebut pada tahun 2002.

Yoong memiliki karier yang kurang sukses dalam CART World Series tetapi telah meningkat di Porsche Carrera Cup dengan terjun yang kurang sukses ke V8 Supercar.

Yoong membalap di seri Grand Prix A1 antara 2005 dan 2008 dan mencetak tiga kemenangan. Di antara ini, Yoong berlari di Le Mans 24 Jam. Yoong bekerja untuk Lotus Racing sebagai kepala pengembangan pengemudi dan juga komentator untuk Fox Sports Asia.

Yoong menikahi Arriana Teoh, sang Miss World 1997 Malaysia di tahun 2002 dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Alister yang lahir di tahun 2003.

RIO HARYANTO - INDONESIA

Sumber: YouTube
Sumber: YouTube

Rio Haryanto, kelahiran 22 Januari 1993 merupakan pebalap Indonesia yang bertanding untuk Manor di Formula One untuk 12 balapan pertama musim Formula Satu 2016.

Hingga 2018 ini, ia masih menjadi pebalap F1 pertama dan satu-satunya asal Indonesia.

Haryanto telah berhubungan dengan tim balap Virgin Racing / Marussia F1 / Manor sejak musim GP3 pertamanya dengan Manor pada tahun 2010, karena ia telah masuk tim junior dengan pendukungannya sejak saat itu.

Haryanto dan tim Seri GP2 2012 Max Chilton melaju untuk Marussia di tes pembalap muda pertama tahun 2012, yang diadakan di musim di Silverstone.

Sumber: The Independent
Sumber: The Independent

Bertanding selama dua hari, Haryanto menyelesaikan tiga ratus kilometer pengujian, memenuhi salah satu syarat untuk memenuhi syarat mendapatkan lisensi super dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang memenuhi syarat untuk mendapatkan satu.

Pada 18 Februari 2016 Haryanto dikonfirmasi sebagai pembalap Manor Racing untuk musim Formula One 2016 bersama Juara DTM 2015 Pascal Wehrlein.

Dia melakukan debutnya di Grand Prix Australia 2016, bagaimanapun, turun ke awal yang berbatu dengan insiden di pit lane selama latihan. Pada 10 Agustus 2016, Manor menegaskan bahwa mereka mendemosikan Haryanto sebagai cadangan karena kurangnya sponsor dengan Esteban Ocon diumumkan sebagai penggantinya.


Sumber: Seasia

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Produk Indonesia di China-ASEAN Expo 2018 Sebelummnya

Produk Indonesia di China-ASEAN Expo 2018

Learning by Teaching Selanjutnya

Learning by Teaching

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.