Pagelaran Indonesian Cultural Festival di Azerbaijan

Pagelaran Indonesian Cultural Festival di Azerbaijan

Baku, Azerbaijan © Sumber: Road Affair

Indonesian Cultural Festival (ICF) 2018 yang diadakan oleh Kedutaan Indonesia di Azerbaijan di ICF Expo, Founten Square, Baku pada 13-15 September diperkirakan tidak hanya akan menguatkan kerjasama antara dua negara dalam sektor budaya namun juga sektor lainnya.

"Selain budaya, semoga Indonesia dan Azerbaijan juga dapat berkolaborasi dalam pendidikan, ekonomi, dan pengembangan Bahasa Indonesia di universitas di Azerbaijan," ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagimana dikutip dari kompas.com.

Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie menyebutkan bahwa event tersebut menandai kehadiran Indonesia di Azerbaijan.

"Melalui ICF, kami menargetkan untuk meningkatkan sektor budaya Indonesia, serta ekonomi dan hubungan diplomatik dengan Azerbaijan. Kami dapat melihat bahwa banyak warga lokal yang memiliki antusiasme tinggi terhadap ICF ini," ucapnya.

Sumber: KBRI Azerbaijan
Sumber: KBRI Azerbaijan

Di antara budaya tradisional nusantara yang diperkenalkan di acara tersebut adalah tari ondel-ondel, tari prampak gendang, tari enggang, tari mambri, tarian dari Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, Jajar Gandrung, dan Reog Ponorogo.

Beberapa menteri Indoonesia juga terlihat hadir dalam acara tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Menteri Agama. Kabupaten Tulang Bawang Barat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta juga bergabung dalam pagelaran tersebut.

Booth Indonesia pada ICF diisi oleh Batik Betawi Gobang; Delima Candi Amazing; PT PASI; Batik Coretta Indonesia; Kayu Larasindo Furniture Handicraft dari Klaten, Jawa Barat; PT Langlang Buwana; KK Shop (Kue Batik) dan Altra Tour and Travel. Serta menampilkan SanCraft, atlet pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), penulis kaligrafi yang diundang oleh Kementerian Agama, Reog Ponorogo dari Sabuk Janur studio, Ponorogo, Jawa Timur dan bintang tamu Dwiki Darmawan, Ita Purnama Sari, dan Amelia Ong.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RI-Vietnam Teken MoU Perdagangan dan Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal Sebelummnya

RI-Vietnam Teken MoU Perdagangan dan Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara Selanjutnya

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.