Dibalik Persiapan Asian Para Games 2018

Dibalik Persiapan Asian Para Games 2018
info gambar utama

Indonesian Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) telah menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi untuk pagelaran Asian Para Games ketiga, yang akan diadakan mulai 6-13 Oktober mendatang akan berjalan lancar sebagaimana hampir 100% persiapan yang dibutuhkan sudah rampung.

Salah satu perlombaan di Asian Para Games | Sumber: Asian Paralympic Committee
info gambar

Raja Sapta "Okto" Oktohari selaku ketua INAPGOC, menyebutkan bahwa serangkaian acara terkait Asian Para Games telah dilakukan sejak awal September, tepat setelah upacara penutupan Asian Games 2018, termasuk Kirab Obor yang dimulai dari Surakarta pada 5 September yang lalu.

Konsep dari upacara pembukaan Asian Para Games nanti, menurut Okto akan berisikan dan mempromosikan nilai kemanusiaan dan solidaritas.

"Kita tidak berada di posisi dimana kita bisa berkompetisi dengan [megahnya] upacara pembukaan Asian Games. Namun kita [harus bisa] unggul dari even sebelumnya," ucapnya.

Dengan tema "Semangat Kesatuan", upacara pembukaan akan melibatkan 1.000 penampil termasuk 40 penampil difabel. Penampil ternama seperti sutradara Jay Subiakto dan komposer musik Andi Rianto akan turut mendukung keramaian upacara pembukaan.

Pihak penyelenggara menargetkan untuk menjual 20.000 dari 40.000 kursi yang tersedia di dalam Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, untuk upacara pembukaan tersebut. 2.000 tiket gratis untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus juga akan tersedia berkat dukungan dari Kementerian Sosial.

Agus Gumiwang Kartasasmita tries out a disabled-accessible vehicle during the launch of six disabled-friendly cars at the Social Affairs Ministry office in Jakarta on Wednesday
info gambar

Menteri Sosial agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa kementerian membantu pihak penyelenggara dengan melatih para relawan yang tergabung di Para Games dan menyediakan kendaraan bagi orang-orang difabel.

"Hal ini merupakan tugas kami, untuk memberikan pelatihan bagi para relawan untuk berinteraksi secara langsung dengan orang-orang difabel dengan keunikannya masing-masing. Memiliki empati tanpa memahaminya saja tidak cukup," ujar Agus seperti yang dikutip dari Jakarta Post.

Juru Bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewabroto juga yakin semua persiapan perihal atlet, termasuk kesiapan peralatan, telah siap sejak Rabu lalu.

Untuk mengakomodasi orang-orang berkursi roda, INAPGOC telah merenovasi fasilitas di dalam stadion dengan menambah jumlah kursi ramah pengguna kursi roda dari 77 hingga menjadi 500.

INAPGOC Juga telah menunjuk Loket, sistem manajemen tiket untuk mengelola penjualan tiket. Tiket untuk upacara pembukaan akan mulai dibuka pada Kamis malam, melalui loket.com.

Harga tiket upacara pembukaan dibanderol mulai dari RP 500.000 hingga 2.5 juta rupiah. Untuk pagelaran pertandingan sendiri bervariasi mulai dari RP 25.000 untuk per pertandingan hingga Rp 200.000 untuk 6 hari event Para Games.

Untuk akses di dalam venue, pihak penyelenggara sedang dalam proses penyelesaian beberapa fasilitas tambahan, seperti jalan kursi roda, kursi penonton dan kamar mandi untuk penderita kebutuhan khusus.

Pengurus venue INAPGOC, Budiono menyebutkan pihaknya menargetkan seluruh renovasi akan selesai akhir bulan ini, dan akan siap setidaknya dua hari sebelum upacara pembukaan.

"Untuk beberapa venue, kami akan membuatkan lift temporer - misalnya di Ecovention Ancol, yang akan menjadi venue untuk tenis meja - jika tidak bisa dibuat jalan kursi roda," ucapnya.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini