Kisah Legenda Bulu Tangkis Indonesia Diangkat ke Layar Lebar

Kisah Legenda Bulu Tangkis Indonesia Diangkat ke Layar Lebar
info gambar utama

Bercerita mengenai sosok pahlawan olahraga Indonesia Susy Susanti, sejak memulai karier sebagai seorang atlet, sampai memenangkan Olimpiade Barcelona tahun 1992, film Susy Susanti Love All memang disebut-sebut akan sukses menggaet penonton, karena kisah legendarisnya tersebut.

Mengambil latar suasana di tahun 1990-an, film biopicini akan dibintangi oleh aktris cantik Laura Basuki yang berperan sebagai Susy dan Dion Wiyoko yang berperan sebagai Alan Budikusuma. Laura pun tak henti-hentinya memuji Susy saat acara press conference film barunya itu.

"Menceritakan bukan pertandingan badminton saja, tapi proses dia untuk menjadi seorang hero. Jadi banyak sekali rasa yang dia dapatkan, tekanan dari luar, terus juga semangat juangnya, rasa cinta dia terhadap Indonesia, itu yang harus saya resapi dalam-dalam ketika diaplikasikan ke dalam film," ujar Laura saat ditemui VIVA.

Foto: Ismail/detikHOT
Foto: Ismail/detikHOT

Ada beban yang dia rasakan karena tidak gampang memerankan atlet badminton legendaris Indonesia. Selama empat bulan, dia melakukan latihan fisik intensif agar bisa menguasai teknik-teknik badminton.

Tidak hanya soal teknis, Laura juga berbincang dengan Susy untuk lebih mengenal diri sang atlet. Dia bertanya banyak hal dengan mendetail, seperti apa yang dirasakan Susy sebelum dan saat pertandingan di lapangan.

"Yang dipelajari bukan soal badminton saja, tapi juga rasa di baliknya. Semua hal itu saya resapi satu per satu," ungkap aktris yang pernah membintangi film Haji Backpacker itu, dikutip Republika.

Mantan pebulutangkis Susy Susanti (kanan), Alan Budikusuma dan Laura Basuk (kiri), pemeran Susy Susanti dalam Film. Foto: ANTARA FOTO/Kahfie Kamaru
info gambar

Deretan pemain lain yakni Chew Kin Wah, Lukman Sardi, dan Muhammad Farhan. Sutradara Sim F dipercaya mengarahkan film.

Susy Susanti: Love All merupakan film layar lebar pertama Sim F yang belasan tahun berpengalaman menggarap iklan televisi dan video musik. Proses pengambilan gambar sudah berlangsung sejak Agustus 2018.

"Rencananya proses shooting sampai Oktober, lokasinya di Jakarta, Barcelona, dan Tasikmalaya. Film ini adalah milik semua, semoga bisa menginspirasi generasi milenial," kata Sim.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini