Ketika itu Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo cukup terkejut mendengar penjelasan Letnan Kolonel Eddie Soekardi. Sebab kala itu Resimen 13 yang dipimpin Eddie akan melawan tentara Inggris dengan potongan-potongan pipa besi saluran air.

Disebut melalui Historia, mulanya Oerip bingung namun kemudian ia justru merasa takjub sebab pipa besi buat air itu rupanya dapat dijadikan bom oleh anak buah Eddie.

Diketahui bahwa Bom Pipa Besi merupakan salah satu senjata mematikan made in Republik yang diproduksi Pabrik Senjata Braat Sukabumi pimpinan Kapten Saleh Norman dan Letnan Satu Djaatmadja. Bahkan cara pembuatannya cukup sederhana. Pipa besi dipotong menjadi beberapa bagian, yang masing-masing panjangya 7 cm dengan garis tengah 4 cm, yang kemudian diisi paku, pecahan beling, dan potongan besi. Sebagai pemicu ledakan, dipasang pula sejenis pen sederhana.

Seorang eks prajurit Resimen 13 menyampaikan bahwa banyak tentara Inggris yang mati karena ledakan bom tersebut. Namun memang untuk melemparkan bom itu diharuskan melalui jarak yang dekat. Bahkan yang melempar dan yang dilempari bisa sama-sama mati.

Akan tetapi, Pabrik Braat Sukabumi rupanya bukanlah satu-satunya penghasil senjata tersebut. Di Yogyakarta turut dikenal terdapat dua produsen senjata made in Republik yakni Pabrik Demakijo dan Pabrik Watson. Keduanya merupakan bekas pabrik besi dan gula.

Koleksi Senjata Buatan Pabrik Demakijo | Sumber dok: Verkedell's
Koleksi Senjata Buatan Pabrik Demakijo | Sumber dok: Verkedell's

Pabrik Demakijo bahkan memiliki produk andalan yakni granat gombyok. Sebuah granat yang berbentuk “gombyok” layaknya ekor kuda, yang memang didesain sedemikian rupa agar ujung granat yang berdenoator mampu menjatuhkan ujungnya untuk tepat menyentuh sasaran. Lebih lagi Pabrik Demakijo juga memproduksi granat dengan menggunakan tali-tali sumbu, persis seperti petasan.

Di sisi lain, Pabrik Watson justru hadir khusus membuat Stengun Made in Yogya. Bahan-bahannya terdiri atas besi rel kereta api dan tiang listrik, sedangkan untuk per-nya menggunakan kawat ban mobil truk. Disebut pula bahwa di zaman susah tersebut senjata produk yang dihasilkan Watson merupakan yang paling baik.

Namun tak ada produk Watson yang paling fenomenal selain kapal selam mini. Bahkan produk kapal selam tersebut merupakan “senjata rahasia” yang sengaja dipesan oleh Kementerian Pertahanan RI sebagai upaya menghabisi kapal perusak Belanda yang berkeliaran di wilayah perairan RI.

Diketahui bahwa kreator kapal selam mini ialah J.  Ginagan yang merupakan perwira muda ALRI eks anggota Marinir Belanda jebolan Akademi Angkatan Laut Den Helder.  

Namun percobaan kapal selam mini itu gagal. Sebab mesin penggeraknya memakai mesin truk. Oleh sebab itu Kementerian Pertahanan RI pun kemudian memerintah Watson untuk kembali menyempurnakan “senjata rahasia” yang diminta mereka. Namun belum sempat selesai, Belanda keburu datang dan menginvasi Yogyakarta tepat di Desember 1948. Proyek tersebut pun berantakan, menyusul kapal selam mini itu dirampas oleh pihak militer Belanda.


Sumber: Historia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu