NusantaRun Chapter 6: Pendidikan untuk Semua!

NusantaRun Chapter 6: Pendidikan untuk Semua!
info gambar utama

“Sharing is good, and with technology, sharing is easy.” – Richard Stallman

Tahun ini merupakan tahun keenam bagi NusantaRun berlari, menjelajahi setapak demi setapak untuk melihat keelokan bumi pertiwi. Langkah pertama NusantaRun dimulai pada tahun 2013, berlari dari Jakarta hingga Bogor dengan jarak sejauh 53,5 kilometer dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar 137 juta rupiah. Tahun 2017 kemarin, NusantaRun berlari dari Purwokerto hingga Dieng sejauh 127,9 kilometer dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar 2 milyar rupiah.

Perjalanan masih panjang dan misi untuk memajukan pendidikan di Indonesia masih akan terus berlanjut.

Tahun ini, 201 pelari terpilih menjadi fundraisers NusantaRun chapter 6. Mereka tidak hanya berlari sejauh 169 kilometer dari Wonosobo, Jawa Tengah hingga Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta melainkan juga akan menggalang donasi yang akan diperuntukkan untuk mewujudkan mimpi anak-anak difabel dalam memeroleh kesempatan yang sama di dunia pendidikan dan dunia kerja.

Dari chapter 1 hingga chapter 6, NusantaRun tetap konsisten dan komitmen untuk mendayagunakan donasi melalui program pendidikan. NusantaRun percaya bahwa pendidikan adalah salah satu cara yang paling efektif dan paling strategis untuk mengubah masa depan seseorang menjadi lebih gemilang. Seperti kata Malcolm X, “Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today.”

Berkaitan dengan pendidikan untuk anak-anak difabel, FEB UI (2016) merilis data yang menyebutkan bahwa diperkirakan jumlah difabel di Indonesia sebesar 12,5% dari populasi atau hampir 30 juta. Untuk akses pendidikan, difabel yang berpendidikan SD ke atas hanya 54,26% sementara non difabel mencapai 87,31%. Fakta yang menyedihkan sebesar 45,74% difabel tidak pernah mengeyam pendidikan SD.

Tantangan yang dihadapi difabel tidak hanya berhenti di dunia pendidikan melainkan juga di dunia kerja. Difabel yang berpartisipasi dalam pasar kerja hanya 51,2% sementara non difabel mencapai 70,40%.

Berbagai faktor yang menghambat difabel mendapatkan kesempatan yang sama di dunia pendidikan dan dunia kerja antara lain persepsi negatif, perlakuan diskriminatif, serta sarana dan prasarana yang tidak menunjang.

Menyoal hal tersebut, NusantaRun bekerjasama dengan Kampus Guru Cikal akan menjalankan program yang bertujuan untuk menyediakan dukungan dan kesempatan bagi anak-anak difabel untuk mendapatkan akses pendidikan yang sama.

Untuk itu, NusantaRun mengajak siapapun untuk berkontribusi mewujudkan mimpi anak-anak difabel dengan cara berdonasi kepada 201 fundraisers NusantaRun chapter 6.

Hasil donasi yang terkumpul 100% akan digunakan untuk program pengembangan anak-anak difabel di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi edukasi support system anak serta pemberian beasiswa bagi anak-anak difabel hingga jenjang perguruan tinggi.

Pendidikan adalah hak semua anak tanpa terkecuali. Dengan memperbaiki kualitas pendidikan, maka kita juga turut andil dalam membangun generasi bangsa!

---

Dukung campaign #PendidikanUntukSemua dengan cara berdonasi melalui Kitabisa.com!

Tautan: https://kitabisa.com/nusantarun

#NusantaRun

#PoweOfContribution

#PendidikanUntukSemua

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini