1000 Hari Pertama Kehidupan Dibahas di #KopdarBaik di Sumenep.

1000 Hari Pertama Kehidupan Dibahas di #KopdarBaik di Sumenep.
info gambar utama

Menjadi seorang ibu, tak hanya sekedar mengandung, melahirkan dan mengurus segala pekerjaan rumah tangga. Namun juga dibutuhkan juga pengetahuan lebih tentang gizi dan untuk keluarga tercinta. Sayangnya saat ini masih banyak salah pengertian atau bahkan kurangnya informasi mengenai nutrisi yang baik untuk keluarga terutama untuk buah hati kita.

Memenuhi gizi dan nutrisi yang baik, ternyata tidak cukup pada saat usia anak-anak 1-5 tahun. Pada saat di dalam kandungan asupan gizi juga penting.
Salah pemahaman dalam memberikan gizi dan nutrisi bisa berakibat fatal dalam jangka panjang. Salah satunya adalah stunting.

Perlu diketahui, stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, tubuh anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Faktor pola asuh dari Ibu menjadi salah satu sebab cukup dan tidaknya gizi pada Anak. Sejak dalam kandungan sampai usia anak 2 tahun asupan gizi yang lengkap sangat berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan sel otak.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Pemahaman tentang stunting dan 1000 hari pertama kehidupan akhirnya dibahas oleh beberapa narasumber di Java In Rest Area Sumenep Madura dalam acara yang dihelat oleh GNFI, Kemenkominfo, dan DJIKP, yaitu #KopdarBaik 1000 Hari Terbaik. Acara yang diselenggarakan di Sumenep ini berlangsung pada hari Sabtu 13 Oktober 2018 lalu.

Pemateri yang hadir pada acara tersebut antara lain dari Kemenkominfo, CEO GNFI, Founder GNFI, Profesor Prof. Dr. Merryana Adriani, SKM.,M.Kes., Nurfitriana Busyro (Ketua Penggerak PKK kab. Sumenep), dan artis Enno Lerian.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Prof. Merry memberikan informasi tentang beberapa hal terkait fenomena stunting. Termasuk tanda-tanda dan bagaimana upaya pencegahannya.

Ahli Gizi yang juga dosen di Univeristas Airlangga itu memberi contoh MPASI yang bisa diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan. Sebagai awal dikenalkan karbohidrat dengan tekstur yang sangat lembut. Setelah usia 7 bulan baru dikenalkan buah dan sayur. Lalu setelah memasuki usia 9 bulan bisa mulai diberikan berbagai jenis protein, seperti daging, tahu, tempe.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Ketua Penggerak PKK kab. Sumenep, Nurfitriana, membeberkan fakta soal banyaknya warga Sumenep yang belum menyadari bahaya stunting. Apalagi kebiasaan buruk perlakuan masyarakat terhadap anak-anak usia di bawah 1 tahun juga masih marak dilakukan. Misalnya pemberian makanan padat pada bayi usia dibawah 6 bulan.

Prevalensi stunting di kabupaten Sumenep menurut Fitriana menduduki peringkat ke-4 di Jawa Timur. Sekitar 2000-an balita di Sumenep yang mengalami stunting. Oleh sebab itu pemerintah berusaha terus memberikan edukasi kepada warga agar memberikan asupan nutrisi dan gizi sesuai usianya.

Akhyari Hananto - Founder GNFI

Acara tersebut berjalan seru selama kurang lebih 3 jam, yang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai komunitas di Madura. Diantaranya Blogger Plat-M, GenPI Madura Raya, Komunitas Kota Tua Sumenep, Ariya Madura, dan lain-lain

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini