CANTIK! SUASANA KAYA WARNA KOTA SURABAYA DI MALAM HARI

CANTIK! SUASANA KAYA WARNA KOTA SURABAYA DI MALAM HARI

Keterangan Gambar Utama © aslisuroboyo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Surabaya dikenal dengan sebutan kota pahlawan, semua anak muda kota Surabaya adalah pemuda yang pemberani melawan para penjajah di eranya, itulah kenapa Surabaya disebut sebagai kota Pahlawan. Saat ini Surabaya menjadi kota yang indah, bersih, dan hijau. Surabaya mengalami suatu perkembangan yang baik sekarang.

Siapa yang mengubah kota ini menjadi lebih berwarna saat malam hari?

Tentu Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang telah memberi banyak perubahan pada kota ini. Surabaya menjadi tuan rumah dalam kongres UCLG ASPAC ke-7 yang berskala Internasional tentu ini suatu kebanggaan bagi kota Surabaya. Bahkan Risma telah membawa nama kota Surabaya sampai kepada seluruh dunia dimana saat itu beliau sempat menjadi juru bicara pada acara PBB di New York, Amerika Serikat. Lalu Risma membawa prestasi lagi bagi kota Surabaya di Nairobi, Kenya-Afrika dengan memenangkan penghargaan Scroll of Honour Award dari UN Habitat dalam bidang tata kota.

Dalam penghargaan Scroll of Honour Award merupakan penghargaan dalam bidang tata kota, Surabaya baik dalam menata kotanya. Salah satunya wisata Sungai Kalimas yang kini Indah dengan banyak lampion yang menggantung, mempercantik kota Surabaya saat malam. Kita dapat menikmati indahnya malam di kota dengan ditemani oleh lampu-lampu yang cantik diatas perahu dan menyusuri Sungai Kalimas.

Jika ingin menikmati indahnya malam di kota Surabaya dengan menyusuri Sungai Kalimas dengan perahu ditemani lampion yang indah. Hanya perlu datang ke Taman Prestasi Surabaya hanya membayar biaya Rp.4000,- perorang dan anak kecil dibawah umur 2 tahun tidak perlu membayar. Dimulai ketika sore hari dan pukul 6 sore, dapat menikmati momen ini dengan keluarga maupun pasangan.

Ini adalah hal baru bagi kota Surabaya, dulu belum ada pernak-pernik lampu lampion di sepanjang Sungai Kalimas tapi kali ini Risma mempercantik kota Surabaya ini. Hal ini dilakukan karena pada saat itu Surabaya menjadi tuan rumah menjelang konferensi permukiman antar negara PBB atau Preparatory Comitte (PrepCom) III. Kebersihan di Kota Surabaya juga telah dibuktikan seperti di trotoar pejalan kaki tidak ada sampah yang berserakan.

Bukan hanya Sungai Kalimas saja yang dihiasi oleh lampion-lampion cantik, sepanjamg jalan Tujungan, ramai dengan lampu-lampu indah yang menggantung di sepanjang jalan. Bahkan saat ini ada lampu yang bertuliskan ‘Surabaya Damai’. Di sepanjang jalan Darmo menggantung layang-layang besar yang dihiasi lampu untuk menerangi kota. Ini sebagai wujud identitas Kota Surabaya yang memiliki keindahan dan kecantikan dalam penataan kota.


Sumber: instagram.com, detik.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bahasa Indonesia Jadi Pilihan Mata Kuliah Bahasa Kedua di Uzbekistan Sebelummnya

Bahasa Indonesia Jadi Pilihan Mata Kuliah Bahasa Kedua di Uzbekistan

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Riva Wijayanti
@rivawijayanti

Riva Wijayanti

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.