Indonesia-Swiss Tingkatkan SDM Indonesia Melalui Bilateral

Indonesia-Swiss Tingkatkan SDM Indonesia Melalui Bilateral
info gambar utama

Swiss dan Indonesia meluncurkan program kerjasama di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada hari Selasa (16/10/18) untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di industri pariwisata terbaru.

Program ini bertujuan untuk mengatasi ketidakcocokan keterampilan dan mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas lebih baik untuk meningkatkan sektor pariwisata yang sedang berkembang di negara Indonesia, dengan fokus yang kuat di kawasan timur Indonesia, kata Kedutaan Swiss dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap proyek pengembangan pendidikan pariwisata berkelanjutan ini akan mendukung upaya kami untuk meningkatkan keterampilan profesional siswa perhotelan kita dan akhirnya berkontribusi terhadap daya saing pariwisata Indonesia," kata Wakil Menteri Pariwisata Rizki Handayani dalam pernyataannya.

Mahaiswa/i Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok melakukan pelatihan | Sumber: Kedubes Swiss
info gambar

Proyek senilai 3,9 juta dolar Amerika ini didukung oleh Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi dan Politeknik Pariwisata Lombok, dan bertujuan untuk meningkatkan kurikulum dan kualifikasi guru, sambil juga membina hubungan antara sekolah dan industri pariwisata.

Proyek ini akan menggabungkan sistem pendidikan kejuruan "dual-track" Swiss, yang akan melibatkan para siswa yang menerima pelatihan baik di sekolah maupun di tempat kerja.

Indonesia mengumumkan rencana dua tahun lalu untuk memprioritaskan pengembangan 10 tujuan wisata di seluruh nusantara - yang dikenal sebagai "Sepuluh Bali Baru - sebagaimana usaha negara untuk meningkatkan pendapatan dengan menarik lebih banyak pengunjung dari luar negeri dan mendorong investasi asing di sektor pariwisata.

Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk menarik 20 juta pengunjung setiap tahun pada tahun 2019, dan telah secara luas mempromosikan tujuan alternatif ini - termasuk Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Morotai di Maluku Utara - melalui berbagai platform.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah di acara peluncuran proyek kerja sama pengembangan SDM Pariwisata NTB dengan Swiss | Foto: Turmuzi / Cendana News
info gambar

Namun, negara ini masih bergulat dengan ketidaksesuaian keterampilan, yang sering membutuhkan lebih banyak investasi dalam pengembangan sumber daya manusianya. Hal ini sangat penting dalam industri padat karya seperti pariwisata, kata Kedutaan Swiss.

"Swiss adalah tujuan wisata yang sangat populer. Pariwisata di Swiss telah mendapatkan manfaat yang signifikan dari sistem pendidikan kejuruan yang berfungsi dengan baik," kata Raymund Furrer, yang mengepalai kerja sama ekonomi dan pembangunan di sekretariat urusan ekonomi.

Proyek di Lombok ini merupakan dukungan terbaru negara Swiss untuk pendidikan kejuruan di Indonesia dan merupakan bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Swiss.


Sumber: Jakarta Globe

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini