Sinestesia Gerakan Nyata Mahasiswa Unesa Dalam Kritik Sosial Lewat Karya Seni

Sinestesia Gerakan Nyata Mahasiswa Unesa Dalam Kritik Sosial Lewat Karya Seni

Data Pribadi

SINESTESIA , Dalam kamus yang mengartikan suatu kondisi khusus ketika seseorang memiliki presepsi ganda akan indra yang berbeda . Itulah sebuah nama yang diangkat oleh anak - anak fakultas bahasa dan seni (FBS) mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dalam pameran karya desain dari jurusan Desain Komunikasi Visual dan jurusan Desain Grafis . Dilansir dai Instagram official sinestesiaunesa , tema yang mereka angkat dalam pameran desain adalah “konspirasi” yang berarti mengangkat isu – isu di khalayak umum dari sudut pandang yang berbeda . Karya yang dipamerkan adalah dari mahasiswa jurusan dkv dan desain grafis tapi mereka juga open submission yang berarti selain mahasiswa dari jurusan tersebut juga boleh berpartisipasi dengan mesnyetorkan hasil karyanya kepada panitia. Dalam pameran karya yang digelar pada tanggal 27 oktober 2019 kemarin ini cukup menarik perhatian masyarakat umum Surabaya dengan suguhan hasil hasil yang sangat keren contohnya seperti karya Dio Saragih yang berjudul “Rai” dalam bahasa Indonesia artinya wajah yang mempunyai arti dalam lukisan ini adalah seorang wanita mempunyai banyak muka dalam hidupnya. Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Hampir semua karya yang dipamerkan adalah tentang kritik kehidupan sosial masyarakat kita , memang sebuah karya seni dibuat untuk menyindir kenyelenehan hidup sebut saja Chairil Anwar seorang sastrawan yang selalu melontarkan tulisan pedas terhadap pemerintahan pada masa itu . Bertepatan dengan sumpah pemuda gelar karya seni ini menjadi spirit tersendiri sebagai seorang pemuda dan seorang mahasiswa agar tidak hanya bungkam dan menutup telinga terhadap bangsa kita sendiri . Tidak hanya pameran desain saja yang digelar namun ada performance band indie , tentu untuk menghibur pengunjung yang datang ke sinestesia . Band yang tampil diantara lain adalah Dejammer and the matoa tree , Scutella lignea , Buzz , Rovey dan Andalas . Sebuah suasana yang sangat cocok untuk berkumpulnya anak muda yang mencintai seni untuk mengapriasiasi sebuah karya karena ketika masuk kedalam pameran kita akan diberi satu kartu oleh pihak panitia untuk menjadi suara kita dalam memilih karya desain yang kita suka . “Meskipun hasil karya yang ditampilkan tidak cukup banyak tetapi semua sangat apik dan mempunyai nyawa tersendiri”, tutur Andika salah satu pengunjung yang juga desainer grafis asli kota Surabaya itu sudah sangat mengapresiasi gelaran karya mahasiswa fbs Unesa dan dia juga mempunyai saran akan lebih baik lagi kalau karya yang dipamerkan sekaligus ada orang yang membuat karya tersebut jadi ada yang memberikan arahan maksud dan tujuan karya tersebut diciptakan , Kalau hanya diberi keterangan tulisan dia rasa ada yang kurang lengkap dan juga bisa saja kurang paham dengan makna seni tersebut ujar kesan Andika sekali lagi . Tidak hanya pameran desain saja Sinestesia juga mengadakan workshop pada tanggal 28 Oktober 2018 tepat keesokan harinya setelah pameran desain berlangsung workshop tersebut diisi oleh 2 orang pemateri dengan materi yang berbeda yang pertama bernama Luqem yang menjelaskan Basic & Digitalize Caligraphy On Android dimana kita melakukan desain prcampuran antara manual dan digital lalu dalam proses finisingnya menggunakan aplikasi hp , yang kedua adalah materi Basic charachter watercolour yang dibawakan oleh Annisa Nurul K & Prisma Devi menerangkan tentang karakter pewarnaan dasar dalam dunia desain . Tidak hanya menjelaskan materi saja namun mereka juga langsung melakukan praktek dengan teknik yang sudah mereka jelaskan jadi audience yang datang mengikuti workshop langsung bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah diberikan . Selain Workshop ternyata masih ada lagi acara Sinestesia yang cukup keren yaitu TalkShow yang diakadan hari minggu 28 Oktober juga yang di isi oleh Bima Satrian dan Studio Akronim yang masing – masing membawkan tema berbeda yaitu “Creative Bussiness” oleh Bima Satrian dan “Discovering The Process of Design Techniques” oleh Studio Akronim . Deretan acara Sinestesia yang dibuat oleh mahasiswa Fbs Unesa ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi anak muda yang mempunyai passion dalam dunia desain . Dibalik suksesnya sebuah acara pasti ada manajemen yang baik dan proses yang lama dalam persiapannya , “ Sinestesia dipersiapkan kurang lebih dalam waktu 5 bulan dengan 70 panitia “ Kata salah satu panitia Sinestesia yang bernama Gladys Prameswari , meskipun ini baru petamakali diadakan dan terbilang cukup sukses dia berharap ditahun depan akan lebih luar biasa lagi dengan mengusung tema yang lebih menarik dan berbeda dari tahun sebelumnya .


Sumber: instagram official sinestesiaunesa

Pilih BanggaBangga93%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kisah Grup Musik Legendaris Indonesia Diangkat ke Layar Lebar Sebelummnya

Kisah Grup Musik Legendaris Indonesia Diangkat ke Layar Lebar

"Tanpanya,  Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet" Selanjutnya

"Tanpanya, Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet"

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.