Oleh : Ahmad Cholis Hamzah*

 Secara umum kita mengetahui Kabupaten atau Kota Blitar adalah tempat dimana Presiden pertama RI Ir. Soekarno atau Bung Karno di makamkan, atau mengenal makanan khas Blitar yaitu pecel Blitar atau tempat pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air. Ini adalah pasukan bentukan Jepang) melawan penjajah Jepang yang di pimpin Soepriyadi pada tanggal 14 Februari, 1945. Atau tokoh-tokoh nasional asal Blitar seperti JB.Sumarlin (mantan menteri keuangan jaman presiden Suharto), Boediono mantan Wakil Presiden RI dan banyak lainnya. Secara umum hanya itu yang kita ketahui.

Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa Blitar ini adalah salah satu kontributor ekonomi Jawa Timur bahkan nasional karena merupakan pensuply utama telur ke beberapa kota/propinsi di nusantara ini terutama Jakarta. Dengan  menjadi pemasok utama telur maka Blitar ini menjadi daerah yang ikut andill menurunkan tingkat inflasi di suatu daerah. Inflasi yang merupakan kenaikan harga bahan-bahan pokok seperti beras, minyak dan telur dsb dan kenaikan komoditas lainnya seperti harga properti, biaya hidup dan sebagainya. Tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan perekonomian suatu negara atau daerah akan menurun karena harga-harga naik sementara barang-barang kebutuan sulit di dapat. 

Penjual Telur | tempo.co
Penjual Telur | tempo.co

Sekitar bulan Juli yang lalu tahun 2018 ini, Tim Pengendali Inflassi Daerah (TPID) DKI Jakarta berkunjung ke kabupaten Blitar untuk mengecek kapasitas dan kemampuan kabupaten ini memproduksi telur. Hasil kunjungan itu kabupaten Blitar dipercaya untuk menjadi pemasok utama bahan pangan ke DKI Jakarta terutama telur. Untuk langkah awal kabupaten Blitar akan memasok 125 ton telur per hari ke Jakarta dan kemudian akan memasok 250 ton per hari sesuai dengan permintaan DKI Jakarta. Sebenarnya pemprov DKI Jakarta juga membutuhkan susu sapi, ayam potong, ikan dan daging sapi dimana kabupaten Blitar memiliki semuanya itu.

Pemprov DKI Jakarta tentu sangat berkepentingan terhadap ketersediaan bahan pangan di wilayahnya, karena  kalau tidak maka perekenomian ibukota bisa terganggu dan hal ini sangat membahayakan karena ibukota menjadi barometer nasional. 

Jumlah populasi ayam petelur di Blitar ini mencapai 15 juta ekor yang dihasilkan oleh sekitar lebih dari 4.000 peternak. Diperkirakan dalam sehari jumlah telur yang di hasilkan mencapai 70% nya atau 10,5 juta butir telor sehari atau 450 ton. Karena itu Blitar merupakan penghasil telur terbesar di Indonesia, memberikan kontribusi sekitar 70% terhdap produksi telur Jawa Timur dan 30% terhadap produksi telur nasional; dan memasok telur – terutama Jakarta, dan Kalimantan serta Sumatra. Saking terkenalnya kabupaten Blitar sebagai produsen utama telur – menurut Pemkab Blitar ada peternak ayam blitar yang diundang ke Amerika Serikat oleh perusahaan makanan cepat saji berskala internasional untuk memaparkan pengalamannya.

Jawa Timur sendiri tentu perekonomiannya – khususnya dalam hal kecukupan pasokan telur itu karena disokong penuh 5 sentra produki telur, ya Blitar yang paling besar dengan populasi ayam sebanyak 15 jutaan ekor tadi, disusul Malang dengan 5,9 juta ekor, Tulungagung 4 juta dan Magetan 2 juta ekor.

Peternak ayam di Blitar | bisnis.com
Peternak ayam di Blitar | bisnis.com

 Mengingat pentingnya Blitar sebagai pemasok telur secara nasional, maka perlu ada uluran tangan pemerintah mengingat komoditi telur itu “prone to price fluctuation” atau rentan terhadap perubahan harga karena bahan pakan ayam yang masih di impor. Jadi ketika dolar naik maka harga telur akan naik dan ini merugikan peternak ayam Blitar yang jumlahnya lebih 4.000 an tadi.

 Mata uang dolar Amerika Serikat yang sampai saat ini menjadi mata uang internasional karena sejak perjanjian Bretton Wood tahun 1944 yang menyepakati mata uang dolar AS sebagai mata uang internasional didasarkan pada kekuatan dan stabilitas ekonomi AS membuat perekonomian global bisa terganggu dengan naik turunnya nilai mata uang dolar AS atau menurunnya perekonomian AS, sehingga ada pepatah “When America sneezes, the world catches a cold” – “Bila Amerika Batuk, maka dunia akan terkena flu”.

 Karena itu dalam hubungannya dengan Blitar sebagai pemasok telur nasional maka pepatah itu bisa berbunyi “When America sneezes, Blitar catches a cold

 *

Alumni Universitas Airlangga dan

University of London.

Staf Khusus Rektor UNAIR

Bidang Internasional 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu