Jodipan dan Warna-warna Kehidupan

Jodipan dan Warna-warna Kehidupan

Kampung Jodipan Malang © Gilatrip

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pemukiman penduduk di bantaran sungai selalu identik dengan kumuh, kotor, tidak rapi, dan bau tak sedap. Tapi teori itu langsung terbantahkan jika kamu berkunjung ke Kampung Warna-Warni Jodipan.

Terletak di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kampung Warna-Warni ini sangat tenar namanya di Indonesia. Meski baru beroperasi dua tahun, tapi daya pikat Jodipan sudah sangat besar, yang mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai kalangan.

Dari masyarakat berdompet tipis sampai golongan artis, dari kalangan mahasiswa sampai orang tua, dan dari sekumpulan anak kos sampai wisatawan minim ongkos.

Betul, hanya dalam kurun waktu dua tahun citra Jodipan berubah drastis. Dari area kumuh di pinggiran Sungai Brantas, menjadi kampung wisata papan atas. Dari daerah yang ketika dilewati tak pernah dipedulikan orang, sampai jadi kawasan yang selalu mengundang lirikan orang.

Anak tangga di Kampung Jodipan | DPUPR Malang Kota
Anak tangga di Kampung Jodipan | DPUPR Malang Kota

Semua dimulai dari tahun 2016, ketika sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berjumlah 8 orang, berniat menyulap warna Jodipan menjadi lebih meriah. Mereka kemudian menggandeng salah satu perusahaan cat ternama di Malang untuk merealisasikan proyek tersebut.

Ide brilian itu kemudian memberi dampak positif yang sangat besar. Indahnya hamparan warna di Jodipan membuatnya langsung jadi obyek wisata, dan meningkatkan pendapatan warga setempat.

Angka pengangguran di Jodipan juga dapat ditekan. Remaja-remaja yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan, sekarang bisa mencari rezeki sebagai tukang parkir atau penjaga loket. Warga pun sangat terbantu dengan pemasukan dari retribusi dan parkir, sehingga tidak melulu harus melakukan iuran lagi untuk acara setempat.

“Semuanya kembali ke warga lagi. Setiap enam bulan sekali kami juga membagikan sembako. Kalau ada wara yang meninggal, kami juga memberikan santunan,” terang Ismail Marzuki, ketua Paguyuban Kampung Jodipan, pada Surya.

“Sekarang Kampung Warna-warni ini sudah bisa mengubah warga di sini. Paling tidak mereka bisa menambah pemasukan dengan berjualan. Tidak hanya itu, untuk anak-anak muda yang sebelumnya menganggur juga bisa diberdayakan dengan menjadi penjaga parkir maupun tiket,” imbuhnya.

Jembatan Kaca Ngalam | Instagram @yopi507
Jembatan Kaca Ngalam | Instagram @yopi507

Terus berkembang

Walau sudah berubah wujud jadi warna-warni dan banjir apresiasi, tapi Jodipan bukan tanpa inovasi. Oktober tahun lalu diresmikan Jembatan Kaca Ngalam di Kampung Warna-Warni Jodipan, yang menjadi spot foto baru selain fungi utamanya sebagai penghubung dua tepian sungai. Kata "Ngalam" adalah bahasa kebalikan (walikan) dari Malang.

Jembatan Kaca Ngalam terinspirasi dari jembatan kaca terbesar dan terpanjang di dunia, yang terletak di Zhangjiajie, Cina. Diklaim sebagai jembatan kaca pertama di Indonesia, Jembatan Kaca Ngalam terbentang sepanjang 25 meter dengan lebar 1,25 meter. Daya tampungnya maksimal 50 orang dengan beban maksimal 250 Kg.

Jembatan Kaca Ngalam | Instagram @aryo_edan
Jembatan Kaca Ngalam | Instagram @aryo_edan

Berlapiskan kaca di tengah dan di pagarnya, jembatan karya dua mahasiswa Teknik Sipil UMM ini mulai dibangun pada 8 Juni 2017 dan selesai tanggal 25 September 2017. Dengan warna dominan kuning, membuat Jembatan Kaca Ngalam sangat menyatu dengan elemen warna-warna di Kampung Jodipan.

Dari pantauan Pergi.com, hanya dalam waktu dua hari setelah diresmikan beredar lebih dari 50 tagar #jembatankacangalam di Instagram. Bukti bahwa minat masyarakat sangat tinggi untuk mengunjungi sub-obyek wisata baru ini.

***

Jodipan sukses mengubah persepsi kita tentang pemukiman di pinggiran sungai. Dengan warna-warna cerah yang menunjukkan keceriaan, Kampung Jodipan senantiasa menyambut kedatangan pengunjung dengan setulus hati, dan menenangkan pikiran bagi mereka yang memandangi.

Kalau kamu ke Malang naik kereta, kamu akan disambut Kampung Jodipan dari sisi kiri. Kalau kamu ke Malang dari Gadang, kamu akan disapa Jodipan dari sisi kanan. Tapi kalau kamu mau melihat Jodipan dari atas, tidak bisa dari pesawat, jadi pakai drone saja.

Jodipan selalu senang menyambut kedatangan, Jodipan selalu bisa memberi keceriaan, karena Jodipan memberi kita warna-warna kehidupan. Warna kehidupan yang mengukir senyuman, di bibir para pengunjungnya dan penduduk di dalamnya.


Sumber: IndoIndians, Surya, Pergi.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pulau Pelangi Pulau Resort Yang Memiliki Cottage Bungalow Sebelummnya

Pulau Pelangi Pulau Resort Yang Memiliki Cottage Bungalow

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2) Selanjutnya

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2)

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.