Indonesia akan jadi tamu kehormatan di Festival Janadriyah. Keputusan itu tertera di dekrit Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Oktober lalu, dan membuat cemburu negara-negara lain.

Festival Janadriyah adalah festival terbesar dan termewah di Timur Tengah. Berlangsung pada 1-25 Januari 2019, festival ini berisi pertunjukan seni dan budaya. Diselenggarakan rutin sejak 24 Maret 1985, festival di tahun 2019 adalah yang ke-33.

Masuknya Indonesia sebagai tamu kehormatan sebenarnya di luar dugaan. Sebab untuk menjadi peserta Festival Janadriyah sebuah negara harus menunggu 7-10 tahun, tapi Indonesia yang sama sekali tidak ada dalam daftar tunggu justru ditunjuk sebagai tamu kehormatan.

Duta besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan “Sementara Indonesia, tak ada dalam list tapi kok ya langsung jadi honour country.” Oleh karenanya, wajar apabila ada negara-negara lain yang iri.

Kedekatan antara Arab Saudi dengan Indonesia disinyalir mendasari penunjukan ini. Kedua negara memang telah menjalin kerja sama selama 68 tahun, dan semakin akrab ketika Raja Salman berkunjung ke Indonesia. Saat itu terlihat Raja Salman sangat karib dengan Puan Maharani, cucu presiden pertama Indonesia.

Festival Janadriyah | SINDO
Festival Janadriyah | SINDO

“Saya pernah melihat Baginda Raja mempersilahkan Ibu Puan untuk terlebih dahulu masuk ke dalam lift. Itu wujud penghormatan beliau kepada sang cucu pendiri republik ini,” tutur Agus, dikutip dari Detik.com

Oleh sebab itu pula perwakilan Indonesia yang datang ke Festival Janadriyah nanti akan dipimpin oleh Puan Maharani, selaku Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Di sana, Indonesia bakal memamerkan kemajuan produk dalam negeri seperti pesawat buatan PT Dirgantara, persenjataan dari PT Pindad, serta keragaman budaya yang terdiri dari beraneka suku tapi tetap rukun.

Indonesia merupakan tamu kehormatan ke-33 di Festival Janadriyah. Setiap tahunnya, hanya ada satu tamu kehormatan yang diundang ke acara itu. Tahun lalu undangan ditujukan untuk India, kemudian Mesir di tahun 2016, dan Jerman dua tahun lalu.


Sumber: Detik.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu