Selain Suwardi, Ada Si Tambun yang Bikin Filipina Tertegun

Selain Suwardi, Ada Si Tambun yang Bikin Filipina Tertegun

Logo One Pride MMA © MMA-Core

Beberapa pekan lalu ada Suwardi yang hanya butuh satu menit untuk menaklukkan petarung Filipina. Kemudian pekan ini, ada Si Tambun yang membuat atlet kekar Filipina takluk di MMA (Mixed Martial Arts). Siapakah dia?

Ranoe Gusffi namanya, dan perawakannya tidak tampak seperti seorang petarung MMA. Namun jangan salah sangka, Kawan GNFI! Walau badannya tambun, tapi kemampuan bela dirinya sangat yahud, dan baru saja memenangkan titel juara kelas berat (heavyweight) di arena Sumatera Fighter MMA Championship 2018.

Pada pertandingan yang digelar Minggu (11/11) lalu itu di Batam, Ranoe mengalahkan lawannya yang berpostur kekar asal Filipina, bernama Mark Palomar. The Wolf (julukan Mark) ditaklukkan dengan kuncian Rear Naked Choke (RNC) di sisa menit 1:58 ronde pertama.

Tak ayal, keberhasilan Ranoe yang berjuluk Papa Bear mengalahkan Mark Palomar dengan postur kekarnya, langsung viral di media sosial. Pasalnya, lekuk badan keduanya berbeda jauh, tapi justru Ranoe yang berbadan gemuk keluar sebagai juaranya.

Instagram @ranoe_gusffi
Instagram @ranoe_gusffi

Usut punya usut, Ranoe memang sudah lama menggeluti seni bela diri. Itulah sebabnya ia menguasai teknik bertarung dengan sangat baik, dan MMA sendiri tidak melulu bertumpu pada kekuatan otot tapi juga teknik bertarung sang fighter.

Ia sempat mempelajari Kudo, salah satu teknik bela diri Jepang, dan mendapat sabuk hitam yang merupakan sabuk tertinggi di Kudo. Ranoe juga pernah bertanding di kompetisi Grappling dan meraih beragam titel. Kejuaraan Dunia Karate pun sempat diikutinya pada November 2015 lalu di Tokyo, tapi sayangnya tidak meraih gelar juara.

Selamat untuk Ranoe “Papa Bear” Gusffi yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang MMA!


Sumber: Brilio

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Guru Lebih Dihormati di Indonesia Dibanding Eropa Sebelummnya

Guru Lebih Dihormati di Indonesia Dibanding Eropa

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara Selanjutnya

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.