Gundam Global Challenge memiliki proyek membuat robot Gundam raksasa setinggi 18 meter. Di megaproyek tersebut, terselip seorang profesor Indonesia yang turut andil dalam pembuatan robot raksasa itu.

Dia adalah Pitoyo Hartono, profesor bidang jaringan saraf buatan di Department of Mechanics of Information, Universitas Chukyo di Jepang. Pitoyo diajak oleh Shuji Hashimoto, technical leader proyek Gundam raksasa ini yang dulunya adalah mentornya semasa kuliah.

Titik awal pembuatan Gundam raksasa adalah Gundam Global Challenge. Ajang pencarian bakat di seluruh dunia ini ditujukan untuk menjaring para perancang robot Gundam skala penuh setinggi 18 meter, agar bisa dibuat bergerak.

Pitoyo sendiri merupakan ilmuwan di bidang neural network. Sebuah bidang yang mempelajari munculnya kecerdasan dalam diri manusia dan alam. Menurut Pitoyo, untuk memunculkan “kecerdasan” diperlukan media fisik seperti badan, untuk berinteraksi secara fisik dengan lingkungan sekitarnya.

Pitoyo Hartono (kanan) | Foto: Gundaminfo
Pitoyo Hartono (kanan) | Foto: Gundaminfo

Awalnya Pitoyo bingung saat diajak Hashimoto dalam proyek Gundam raksasa ini. Namun tak lama kemudian beliau merasa, mungkin Hashimoto menginginkan persepsi atau filosofi yang lebih luas pada robotnya, sehingga ia diajak bergabung ke tim.

“Saya hanya bisa menebak, bahwa beliau ingin ada persepsi yang lebih luas dalam mengartikan robot, dan memberi filosofi yang lebih luas untuk tantangan ini,” ujarnya, dikutip dari Tempo.

Pitoyo juga menceritakan awal mula pertemuannya dengan Hashimoto, yang dalam kesehariannya menjabat sebagai profesor teknik fisika di Universitas Waseda, salah satu universitas tertua di Jepang.

“Saya salah satu murid pertama beliau. Saya mulai belajar di lab beliau sejak semester akhir S1 sampai menyelesaikan S3. Setelah itu saya menjadi research associate di lab beliau selama sekitar 4 tahun, sebelum saya memulai lab saya sendiri di universitas lain.” ungkap pria asal Surabaya tersebut.

Proyek Gundam raksasa ini nantinya tidak hanya melibatkan para ilmuwan ternama. Akan hadir pula anime director Yoshiyuki Tomino, produser film Katsuyuki Motohiro, dan creative technical director Seiichi Saito.


Sumber: Tempo

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu