Internet di kalangan pelajar Indonesia tak melulu tentang media sosial (medsos). Ternyata, ada aspek lainnya yang juga tak kalah diminati oleh siswa-siswi Indonesia. Apakah itu?

Menurut data dari Cambridge International dalam Global Education Sensus, ditemukan bahwa Indonesia termasuk pengguna teknologi tertinggi dunia di bidang pendidikan. Dampaknya, membuat pelajar Indonesia yang paling berminat menjadi pengusaha, dibanding pelajar-pelajar dari negara lain.

Cambridge International yang merupakan bagian dari Universitas Cambridge, merilis hasil penelitiannya pada 13 November lalu. Dengan melibatkan pelajar berusia 12-19 tahun dan para gurunya, didapat sampel sebanyak 502 pelajar dan 637 guru yang menjadi responden di penelitian ini.

Hasilnya, ditemukan penggunaan perangkat komputer di Indonesia sangat tinggi di bidang pendidikan, mencapai 40% sekolah. Itu selain whiteboard yang masih menjadi primadona di institusi pendidikan, yakni sebanyak 92% jumlah sekolah.

Foto: Global Education Census
Foto: Global Education Census

Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Amerika Serikat misalnya, yang memakai komputer sebanyak 75% di sekolah-sekolahnya, Cina yang pemakaian tablet mencapai 50% untuk keperluan pendidikan, dan smartboard serta smartphone yang masing-masing dipakai sebanyak 59% dan 74% di Amerika.

Pemakaian teknologi di bidang pendidikan Indonesia ini sekaligus menggusur pemakaian papan tulis hitam (blackboard). Menurut riset dari Global Survey Education, saat ini hanya tersisa 7% sekolah saja yang masih memakai blackboard sebagai sarana belajar-mengajar di sekolah Indonesia.

Jumlah tersebut lebih sedikit dari Arab Saudi (10%), bahkan Spanyol dan Cina yang masing-masing mencatatkan penggunaan papan tulis hitam sebanyak 64% dan 57% untuk keperluan pendidikan.

Kemudian mengenai cita-cita para pelajar setelah lulus sekolah, Global Survey Education mendapat data mayoritas siswa-siswa Indonesia ingin menjadi pengusaha global. Angka statistiknya tidak jauh berbeda dengan impian menjadi dokter dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Survey ini dilakukan Global Survey Education selama bulan Maret sampai Mei 2018, dan disusun dalam bahasa Inggris. Cara penyebaran kuesioner dilakukan melalui jejaring internal kampus maupun lewat media sosial.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu