Tentang Potensi Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim Dunia

Tentang Potensi Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim Dunia

Contoh busana muslim © Hijabina

Ada niatan membuat Indonesia jadi kiblat busana muslim dunia pada 2020 mendatang. Ide tersebut diutarakan oleh Ratna Utarianungrum, yang menjabat Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kementerian dan Perindustrian.

“Kami sudah komitmen mengawal Indonesia agar bisa menjadi kiblat muslim dunia,” tuturnya dalam peluncuran Muslim Fashion Festival Indonesia (Muffest) 2019 di CGV Pacific Place, hari ini (26/11).

Untuk merealisasikan misi tersebut, perlu beberapa pembenahan di dunia industri busana muslim nasional. Ini dilakukan agar kualitas produk Indonesia terus meningkat, karena landasan potensi ekonominya sudah sangat besar.

Dilansir dari Kompas, Advisory Board IFC, Taruna Kusmayadi menerangkan sekitar 1,1 juta pekerja mencari nafkah di industri busana muslim, dari total 3,8 juta pekerja di industri mode. Kemudian menurut data Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia berada di urutan ketiga setelah Bangladesh dan Turki, dalam ekspor busana muslim,

Dengan pondasi bisnis yang sudah kuat itu, maka langkah selanjutnya adalah memperbanyak inovasi dan branding supaya produknya tetap kompetitif di pasaran.

“Harus ada traditional cultural heritage dalam sentuhan desain dan lebih modern dalam artian pertimbangan lingkungan, upah, energi, recycling,” ucap Taruna.

Inovasi dan branding ini juga harus berjalan beriringan dengan harga yang kompetitif. Kata “kompetitif” di sini tidak harus selalu murah, karena menyesuaikan kualitas produknya. Sebab, kalau ada produk bagus tapi tidak memberi keuntungan besar, justru akan menyusahkan desainernya.

Terakhir, pembinaan juga perlu dilakukan pada para pelaku indistri busana muslim. Penerapannya bisa berbeda, tergantung kategorinya apakah dia pelaku industri besar atau industri menengah.

Misalnya untuk pelaku industri besar, wajib memproduksi busana muslim yang sesuai dengan kompetensi nasional Indonesia, sementara untuk industri menengah akan dipekenalkan pada capacity building.

Langkah-langkah pembenahan tersebut kemudian disempurnakan dengan kemampuan manajemen bisnis, perencanaan, dan teknik pemasaran yang tepat, agar pondasi bisnis jadi semakin kuat.

Yuk, dukung Indonesia jadi kiblat busana muslim dunia!


Sumber: Kompas

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ada Profesor Indonesia di Proyek Gundam Raksasa Sebelummnya

Ada Profesor Indonesia di Proyek Gundam Raksasa

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia Selanjutnya

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.