Surabaya dan Peluang Juara di Guangzhou Award 2018

Surabaya dan Peluang Juara di Guangzhou Award 2018

Simbol Kota Surabaya © 123RF

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Satu per satu voting terus masuk setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik, untuk mendukung Surabaya sebagai juara Guangzhou Award 2018. Kesempatannya memang sangat besar, karena saat ini Surabaya masih memuncaki daftar favorit.

Guangzhou Award merupakan sebuah ajang internasional, untuk menilai kota dengan inovasi terbaik selama dua tahun terakhir. Kontestannya dari seluruh dunia, dan untuk mengikuti kompetisi ini, pemerintah kota setempat harus menyerahkan proposal partisipasi yang akan dinilai dewan juri, apakah layak ikut atau tidak.

Ternyata, Surabaya sudah tiga kali mengajukan proposal tapi semuanya gagal. Hingga akhirnya, di tahun 2018 proposal Kota Pahlawan ini lulus kualifikasi, sehingga berhak tampil sebagai kontestan di ajang dua tahunan yang rutin digelar sejak 2012 ini.

“Surabaya sudah tiga kali mengikuti namun belum masuk nominasi. Ini kali keempat, kali ini Surabaya mengangkat program 3R, dan partisipasi masyarakat sebagai inovasi yang diajukan dalam proposal," tutur Humas Pemkot Surabaya, Yanuar Hermawan, saat dihubungi GNFI.

3R yang dimaksud adalah pengelolaan sampah, yang dimulai sejak pembuangan sampah di rumah. Masyarakat diwajibkan memilah sampah sesuai kategorinya, yang dikelola secara mandiri. Selain itu ada pula pemberlakuan pembayaran SuroBoyo Bus dengan menyerahkan 5 botol plastik ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas mineral, kantong plastik, dan kemasan plastik.

Di ajang ini, Surabaya bersaing dengan kota-kota inovatif lainnya dari seluruh dunia. Di antaranya adalah Yuwi (Cina), Wuhan (Cina), Sidney (Australia), New York (AS). Santa Fe (Argentina), dan Utrecht (Belanda).

“Kalau kita ajukan proposal infrastruktur pasti kalah sama New York dan Utrecht, jadi kami ajukan proposal berisi 3R yang keberhasilannya memang sudah terlihat di Surabaya,” imbuh Yanuar.

Di Guangzhou Award 2018 nantinya akan dipilih lima kota pemenang. Penilaian final akan dilakukan tanggal 5 Desember, dengan cara seminar yang dilakukan walikota dan para juri yang “menyamar” sebagai penonton seminar.

“Jurinya tersebar sebagai penonton, jadi tidak diketahui yang mana jurinya. Saat ini Bu Risma (walikota Surabaya) sudah tiba di Beijing, dan akan melakukan presentasi tanggal 5 nanti,” tutur Yanuar.

Pengumunan kemenangan Guangzhou Award akan digelar pada 7 Desember 2018. Tak lupa, Yanuar juga meminta dukungan dan doa masyarakat, agar Surabaya bisa mengikuti jejak pemenang sebelumnya, seperti Seoul (juara edisi pertama), Dakar (juara tahun 2014), dan La Paz (juara tahun 2016).

Untuk memberi vote pada Surabaya, Kawan GNFI bisa melakukannya di sini.


Sumber: guangzhouaward.org, detik.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga77%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang15%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Yuk Intip Profil 5 Besar PNS Inspiratif 2018! Sebelummnya

Yuk Intip Profil 5 Besar PNS Inspiratif 2018!

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II Selanjutnya

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.