Satu per satu voting terus masuk setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik, untuk mendukung Surabaya sebagai juara Guangzhou Award 2018. Kesempatannya memang sangat besar, karena saat ini Surabaya masih memuncaki daftar favorit.

Guangzhou Award merupakan sebuah ajang internasional, untuk menilai kota dengan inovasi terbaik selama dua tahun terakhir. Kontestannya dari seluruh dunia, dan untuk mengikuti kompetisi ini, pemerintah kota setempat harus menyerahkan proposal partisipasi yang akan dinilai dewan juri, apakah layak ikut atau tidak.

Ternyata, Surabaya sudah tiga kali mengajukan proposal tapi semuanya gagal. Hingga akhirnya, di tahun 2018 proposal Kota Pahlawan ini lulus kualifikasi, sehingga berhak tampil sebagai kontestan di ajang dua tahunan yang rutin digelar sejak 2012 ini.

“Surabaya sudah tiga kali mengikuti namun belum masuk nominasi. Ini kali keempat, kali ini Surabaya mengangkat program 3R, dan partisipasi masyarakat sebagai inovasi yang diajukan dalam proposal," tutur Humas Pemkot Surabaya, Yanuar Hermawan, saat dihubungi GNFI.

3R yang dimaksud adalah pengelolaan sampah, yang dimulai sejak pembuangan sampah di rumah. Masyarakat diwajibkan memilah sampah sesuai kategorinya, yang dikelola secara mandiri. Selain itu ada pula pemberlakuan pembayaran SuroBoyo Bus dengan menyerahkan 5 botol plastik ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas mineral, kantong plastik, dan kemasan plastik.

Di ajang ini, Surabaya bersaing dengan kota-kota inovatif lainnya dari seluruh dunia. Di antaranya adalah Yuwi (Cina), Wuhan (Cina), Sidney (Australia), New York (AS). Santa Fe (Argentina), dan Utrecht (Belanda).

“Kalau kita ajukan proposal infrastruktur pasti kalah sama New York dan Utrecht, jadi kami ajukan proposal berisi 3R yang keberhasilannya memang sudah terlihat di Surabaya,” imbuh Yanuar.

Di Guangzhou Award 2018 nantinya akan dipilih lima kota pemenang. Penilaian final akan dilakukan tanggal 5 Desember, dengan cara seminar yang dilakukan walikota dan para juri yang “menyamar” sebagai penonton seminar.

“Jurinya tersebar sebagai penonton, jadi tidak diketahui yang mana jurinya. Saat ini Bu Risma (walikota Surabaya) sudah tiba di Beijing, dan akan melakukan presentasi tanggal 5 nanti,” tutur Yanuar.

Pengumunan kemenangan Guangzhou Award akan digelar pada 7 Desember 2018. Tak lupa, Yanuar juga meminta dukungan dan doa masyarakat, agar Surabaya bisa mengikuti jejak pemenang sebelumnya, seperti Seoul (juara edisi pertama), Dakar (juara tahun 2014), dan La Paz (juara tahun 2016).

Untuk memberi vote pada Surabaya, Kawan GNFI bisa melakukannya di sini.


Sumber: guangzhouaward.org, detik.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu